DetikNews
Minggu 08 Oktober 2017, 18:32 WIB

Tokoh Wayang Werkudara Jadi Maskot KPU Kabupaten Magelang

Pertiwi - detikNews
Tokoh Wayang Werkudara Jadi Maskot KPU Kabupaten Magelang Tokoh Werkudara jadi maskot KPU Kabupaten Magelang. Foto: Pertiwi
Magelang - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Magelang memilih tokoh pewayangan Werkudara sebagai maskot Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati 2018 mendatang. Selain itu, sebuah jingle juga diciptakan dengan lirik berbahasa Jawa dan bahasa Indonesia berjudul Nindake Kedaulatan (Melaksanakan Kedaulatan).

"Kita memanfaatkan kearifan tradisi dan budaya lokal untuk menyampaikan pesan-pesan edukatif dalam penyampaian informasi tahapan pemilu. Pemilihan maskot dan jingle ini diharapkan dapat mudah diingat dan dipahami," jelas Ketua KPU Kabupaten Magelang, Afiffudin, di sela launching maskot dan jingle Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Magelang, di Lapangan Bandongan, Kabupaten Magelang, Minggu (9/10/2017) .

Ketua KPU Kabupaten Magelang, Afiffudin, menerima wayang Werkudara.Ketua KPU Kabupaten Magelang, Afiffudin, menerima wayang Werkudara. Foto: Pertiwi


Afif menambahkan, dipilihnya maskot dari tokoh pewayangan karena wayang merupakan warisan seni budaya adiluhung masyarakat Jawa. Werkudara, kata dia, juga memiliki landasan pemikiran yang diharapkan dapat mencerminkan KPU.

"Tokoh wayang Werkudara memiliki karakter jujur, lurus, berintegritas tinggi, penuh daya juang, tegas, dan tahan godaan. Ini mencerminkan spirit penyelenggara Pemilu yang harus dipegang teguh," urainya.

Launching maskot dan jingle ini diselenggarakan KPU bekerjasama dengan para seniman Lima Gunung, dengan harapan mampu membuat masyarakat senang sehingga antusias terhadap informasi Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati.

"Sehingga masyarakat dengan senang hati berpartisipasi dalam pemilu kepala daerah ini," kata Afif.

Sementara, Ketua KPU Jawa Tengah, Joko Purnomo menilai apa yang ditampilkan oleh KPU Kabupaten Magelang dalam sosialisasi maskot serta jingle sebagai suatu hal yang spektakuler.

"Kenapa saya katakan spektakuler, karena inilah yang sejak tahun 2015 lalu kita canangkan di Jawa Tengah agar Pilkada bisa dilakukan dengan berbudaya, integritas, dan mengkolaborasikan nilai budaya daerah dalam setiap kegiatan," ujarnya.

Adapun terkai tpemilihan tokoh pewayangan sebagai maskot Pilkada, menurutnya bisa diartikan masing-masing.

"Sinergitas harus disamakan dalam arti yang positif. Kita bisa mengambil tokoh apa saja yang bisa menjadi inspirasi masyarakat untuk memilih pemimpinnya," jelas Joko.
(sip/sip)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed