DetikNews
Selasa 26 September 2017, 16:42 WIB

Pernah Dukung Bos nikahsirri.com di Pilbup Banyumas, PDIP Sakit Hati

Arbi Anugrah - detikNews
Pernah Dukung Bos nikahsirri.com di Pilbup Banyumas, PDIP Sakit Hati Bos nikahsirri.com saat kampanye di Pilbup Banyumas 2008. Foto: Dok KPU Banyumas
Banyumas - Bos nikahsirri.com pernah maju menjadi calon Bupati Banyumas pada 2008. Partai pendukungnya saat itu yakni PDIP kini angkat suara.

Suherman, Mantan Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Banyumas menceritakan proses penjaringan calon Bupati saat itu.

Namun dalam perjalanannya calon yang memang telah dibidik PDIP, Bambang Priyono tiba-tiba mundur. Sedangkan waktu yang tersisa saat itu tak ada lagi.

Hingga akhirnya dipilihlah Aris Wahyudi untuk maju sebagai calon Bupati Banyumas dari PDIP.

"Dengan kondisi seperti itu jujur saya pribadi sudah tidak interest, saya sudah terkekang, beberapa tahun sebelumnya saya sudah bercerita tentang suksesi Bambang Priyono. Tapi pada saat injury time seperti itu kalau boleh sedih ya sedih, kalau boleh sakit hati ya sakit hati, karena ini sebuah bencana bagi PDIP Kabupaten Banyumas," kata Suherman kepada wartawan, Selasa (26/9/2017).

Dia bercerita, saat itu DPC PDIP Kabupaten Banyumas dari tingkat bawah akan tetap mengusung Bambang Priyono. Sehingga beberapa pendaftar yang paham langsung mundur dan mencari partai lain yang dapat mengusung mereka.

Meskipun begitu, pihaknya juga membuka diri jika calon lain yang tetap akan maju melalui DPC PDIP Kabupaten Banyumas dengan melakukan komunikasi antara DPP hingga tingkat pusat.

"Kalau berkaitan dengan Aris Wahyudi, calon-calon yang lain saat saya berikan penjelasan seperti itu mereka mengerti dan akan mencalonkan dari partai lain. Tapi kalau calon yang bisa berkomunikasi dan punya akses ke DPP sampai tingkat pusat, itu kami persilahkan tetapi keputusan untuk DPC Banyumas adalah untuk Bambang Priyono," ucapnya.

"Saat yang lain mundur, Aris Wahyudi tetap mendaftar. Kami terima, kami catat, saat itu berati ada 3, hanya yang ketiganya itu Mardjoko (Bupati Banyumas 2008-2013) mendaftar ke PDI Perjuangan cuma terlambat. Saya persilahkan cuma kalau bisa akses ke DPP atau ke pusat kami persilahkan tapi DPC sudah tutup," ucapnya.

Pada hari terakhir akan interview di DPP, lanjut dia. Bambang Priyono secara mendadak mengundurkan diri hingga membuat DPC PDI Banyumas bingung menentukan siapa calon berikutnya yang akan diusung sesuai dengan yang diharapkan oleh DPC. Bahkan Sekjen PDIP saat itu Pramono Anung sempat meminta dirinya untuk ikut maju dalam Pilkada Banyumas, namun Suherman menolaknya.

"Saya terperanjat dengan kondisi seperti itu, saya berpikir seketika kalau saya yang maju. Sementara saya dari awal tidak maju, di politik itu bisa diterjemahkan lain. Jadi saya tidak ingin mengambil risiko itu dan pertanyaan kedua masih ada yang lain. Saya sampaikan ada Aris Wahyudi, ya keberuntungan Aris Wahyudi karena mendadak Bambang Priyono mengundurkan diri," ujarnya.

Dia menjelaskan, selain tidak dapat berpikir panjang, karena saat itu calonnya hanya ada dua, hingga akhirnya Aris Wahyudi mendapatkan rekomendasi karena calon yang lain mungundurkan diri.

Yang diingat Suherman dari seorang Aris Wahyudi adalah seseorang profesional muda yang sukses di Jakarta, ahli programmer, lulusan luar negeri dan aslinya Majenang, Cilacap. Meskipun sebetulnya Aris Wahyudi bukanlah calon yang diinginkan leh DPC PDIP Kabupaten Banyumas.

"Calon yang sangat tidak diinginkan. Calon yang lain kurang bagaimana, pak Mardjoko jelas background asli Banyumas dan sebagainya tetapi sudah komitemen ya seperti itu," tuturnya.

Dia mengungkapkan jika visi dan misi Aris Wahyudi saat itu sangat datar. Hanya saja Aris merupakan seorang pemuda yang mampu mengolah situasi di mana saat itu masyarakat Banyumas sempat terperangah karena ada calon Bupati yang datang dari Jakarta ke Purwokerto menggunakan helikopter. Meskipun dalam perolehan suara, dirinya mengaku sangat memalukan bagi PDIP Kabupaten Banyumas.

"Barangkali tidak ada calon Bupati lain yang datang dari Jakarta ke Purwokerto dengan helikopter. Sesuatu yang baru dan fenomenal. Tapi untuk perolehan suara saya sudah lupa, tapi ya memalukan," jelasnya.

Dari data di KPU Banyumas, PDIP sendiri merupakan partai dengan perolehan kursi terbanyak yakni 16 atau 311.540 suara. Tapi dalam kampanye, Aris ternyata tidak mendongkrak popularitasnya, dia kalah suara dengan pasangan dari PKB yakni Mardjoko dan Achmad Husein.

Jumlah suaranya hanya berada pada no urut 4 dengan total suara 96.493 atau 10,92% kalah telak dengan Mardjoko yang mendapat suara 321.106 atau 36,34%.
(arb/sip)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed