DetikNews
Minggu 24 September 2017, 11:59 WIB

Krisis Air Bersih, Warga Banjarnegara Buat Sumur Resapan

Uje Hartono - detikNews
Krisis Air Bersih, Warga Banjarnegara Buat Sumur Resapan Foto: Uje Hartono/detikcom
Banjarnegara - Krisis air bersih masih dirasakan warga Desa Jalatunda, Mandiraja, Banjarnegara. Untuk mencukupi kebutuhan sehar-hari, warga membuat sumur resapan di pinggir sungai.

Sumur resapan yang dibuat melalui BUMDes Jalatunda ini dibuat di pinggir Sungai Sapi. Sumur resapan itu kemudian akan dialirkan ke bak-bak penampungan sebelum didistrbusikan kepada warga.

Di desa tersebut, warga masih menggantungkan droping aior bersih dari BPBD. Namun droping sebanyak 2 kali seminggu itu dirasakan masih belum mencukupi kebutuhan warga.

Ketua BUMDes Tirta Kencana Persada, Miswan mengatakan, pembuatan sumur resapan ini untuk mencukupi kebutuhan warga. Nantinya, sumur resapan ini akan dialirkan ke bak-bak penampungan warga.

Di penampungan nanti sekaligus akan dilakukan proses penjernihan. Karena air resapan masih kotor," ujarnya, Minggu (24/9/2017)

Pembangunan sumur dengan panjang 2.5 meter, lebar 1,5 meter dengan kedalaman 4 meter. Saat ini masih dalam proses pengerjaan selama lebih kurang 1 minggu.

Menurutnya air dari sumur resapan di pinggir Sungai Sapi ini kemudian dialirkan ke rumah warga setelah dilakukan penjernihan. Air dari sumur resapan dengan pemukiman yang berjarak sekitar 500 meter itu akan disedot menggunakan pompa air.

Meski belum semua warga terpenuhi kata Miswan, sekitar 150 rumah yang akan dilayani. Sebanyak 150 itu tersebar di Dusun Gelap, Lapangan, Silowok, Romakamal, Muntang, Kesempon, Sawangan dan Curugong.

Selama ini, warga di Desa Jalatunda memanfaatkan air sungai Sapi untuk kebutuhan sehari-hari, mulai mandi hingga mencuci. Sebab, untuk membeli air bersih setiap hari dianggap memberatkan warga.

Kepala Desa Jalatunda, Satam mengatakan, untuk membeli air bersih warga harus mengeluarkan Rp 4 ribu untuk 1 galon. Air tersebut biasanya digunakan warga untuk keperluan air minum dan memasak setiap harinya.

"Air bersih stoknya terbatas. Warga ada yang membeli hingga keluar desa, namun tidak semua bisa membeli tiap hari," katanya.
(bgs/bgs)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed