DetikNews
Kamis 21 September 2017, 03:05 WIB

Respon Menteri Susi Saat Melihat Mural Wajahnya di Tembok Solo

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Respon Menteri Susi Saat Melihat Mural Wajahnya di Tembok Solo Menteri Susi dan mural wajah dirinya. (Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom)
Solo - Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, mengunjungi Kota Solo untuk mengikuti kirab pusaka malam 1 Suro di Pura Mangkunegaran, Solo, Rabu (20/9/2017) malam. Usai kirab, Susi menyempatkan diri melihat mural dengan gambar wajahnya di tembok bengunan Solo.

Tiba di lokasi, Jalan Slamet Riyadi nomor 111, Susi disambut oleh budayawan Sardono W Kusumo. Sardono merupakan fasilitator pembuatan karya seni jalanan itu.

Sardono dengan bersemangat menceritakan apa saja yang tergambar di tembok sepanjang 60 meter itu. Ada potret gambar Bung Hatta. Ada pula grafiti bertuliskan kata-kata perjuangan.

Sedangkan mural wajah menteri Susi digambarkan sebagai sosok yang garang. Aksesoris khas superhero Wonder Woman menambah keunikan gambar. Tangannya menunjuk ke arah tokoh bajak laut dalam film 'Pirates of The Caribbean'.

Melihat hasil karya para seniman Solo itu, Susi tampak kagum. Dia pun mengapresiasi karya seni lukisan tembok itu.

"Saya pikir apa yang seniman lakukan, art lakukan, bisa meginspirasi masyarakat, membawa masyarakat memiliki spirit kebangsaan nasionalisme. Sudah seharusnya saya datang menghargai semua effort yang telah dilakukan untuk membuat lukisan yang luar biasa ini," ujar Susi.

Mengenai sosoknya yang dibandingkan dengan Wonder Woman, dia berendah hati. Hal tersebut akan dia jadikan pemacu untuk bekerja lebih baik.

"Wonder Woman dalam komik saja. Saya perempuan biasa. Ini menjadi dorongan saya bekerja lebih baik pasti ya, karena orang mengapresiasi kerjaan saya," tuturnya.

Sementara itu, Sardono mengatakan bahwa Menteri Susi adalah sosok yang menarik. Dia menyandingkan gambar Susi dengan tulisan 'Indonesia Never Again The Life Blood of Any Nation'. Kalimat dalam bahasa Inggris itu persis dengan grafiti di sudut-sudut kota pada pascakemerdekaan 1945.

"Begitu membaca itu, saya seperti mendengar suara Susi dengan kalimat lain. Jangan lagi ikan-ikan kita itu diambil untuk menghidupi orang lain. Sementara kita tidak bisa makan ikan karena harganya mahal," ujarnya.

Sardono yang juga pemilik lokasi, menyampaikan bahwa mural atau street art dapat memberi dampak positif, terutama bagi pemuda yang hobi mencorat-coret tembok.

"Ada proses edukasi dalam kegiatan mural itu. Kalau tembok itu digambar dengan serius dan bagus, akhirnya anak-anak muda terdidik juga. Buktinya selama delapan bulan tidak ada orang yang corat-coret di sini. Karena mereka tahu ini bagus," ujar Sardono.
(mbr/mbr)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed