DetikNews
Kamis 21 September 2017, 02:45 WIB

Malam 1 Suro di Istana Mangkunegaran, Warga Berebut Air Kembang

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Malam 1 Suro di Istana Mangkunegaran, Warga Berebut Air Kembang Kirab pusaka malam 1 Suro Istana Mangkunegaran. (Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom)
Solo - Ratusan warga berlarian ke depan Pendapi Gede Pura Mangkunegaran, Solo. Mereka berebut air bertabur kembang seusai pusaka-pusaka keluar untuk dikirab dalam upacara malam 1 Sura, Rabu (20/9/2017) malam.

Pun setelah pusaka kembali masuk ke dalam Istana atau Pura Mangkunegaran. Mereka kembali memperebutkan air tersebut.

Beberapa di antara mereka mengambil air ke dalam botol untuk di bawa pulang. Sedangkan warga lainnya cukup mengusapkan air pada wajah dan badan mereka.

[Gambas:Video 20detik]

"Biar dapat berkah. Semoga kaki saya sembuh," kata seorang warga, Sri Wahyuni, yang mengaku merasakan sakit di bagian kakinya.

"Ngalap berkah. Biar rezekinya lancar," ujar warga lainnya, Sularto.

Malam 1 Suro di Istana Mangkunegaran, Warga Berebut Air KembangWarga berebut air kembang sisa jamasan. (Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom)

Tak cukup itu. Di akhir acara, Sri Paduka Mangkunegoro IX menyebar uang koin kepada masyarakat yang datang. Hal tersebut sebagai simbol kesejahteraan rakyat.

Dalam kirab malam 1 Suro ini, sebanyak lima pusaka dikirab mengelilingi Pura Mangkunegaran. Beberapa pejabat negara hadir, seperti Ketua MK Arief Hidayat, Mendagri Tjahjo Kumolo, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, politisi PDIP Aria Bima, Wali Kota Surakarta Hadi Rudyatmo, dan sejumlah tokoh lainnya.

Malam 1 Suro di Istana Mangkunegaran, Warga Berebut Air KembangSaat pusaka melewati para tamu kehormatan. (Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom)

Panitia kirab pusaka malam 1 Sura Pura Mangkunegaran, Joko Pramudyo, mengatakan kirab bukan digelar sebagai bentuk karnaval. Namun sebagai pengingat untuk memperbaiki diri atas kesalahan tahun-tahun sebelumnya.

"Bukan karnaval, bukan hura-hura. Kirab ini lebih banyak makna laku, keprihatinan. Mengikuti kirab dengan tapa bisu, tidak bicara sama sekali," kata Joko.
(mbr/mbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed