Ubur-ubur Muncul di Pantai Selatan, Wisatawan Diimbau Hati-hati

Usman Hadi - detikNews
Senin, 18 Sep 2017 09:40 WIB
Foto: Dok. SAR Parangtritis
Gunungkidul - Ubur-ubur masih muncul di kawasan pantai selatan wilayah DIY. Wisatawan diimbau berhati-hati bila berada di pinggir pantai.

Sejak bulan Agustus hingga September ini, ubur-ubur muncul di pantai wilayah Kabupaten Bantul dan Gunungkidul. Banyak wisatawan yang terkena sengatan ubur-ubur hingga badan terasa panas, sesak nafas dan gatal.

"Saat ini masih ada ubur-ubur di kawasan sekitar Parangtritis. Kami imbau wisatawan untuk berhati-hati karena hewan tersebut mudah bergerak mengikuti ombak," kata anggota SAR Parangtritis, Ali Sutanto, Senin (18/9/2017).

Sementara itu di wilayah Gunungkidul sejak awal bulan September juga ada beberapa kasus wisatawan yang tersengat ubur-ubur seperti di Pantai Baron, Krakal dan Sepanjang.

Di Pantai Sepanjang tercatat sebanyak lima wisatawan Gunungkidul tersengat ubur-ubur.

"Dua dari lima korban sampai menalami sesak nafas dan badan panas," kata Sekretaris Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah II Gunungkidul, Surisdiyanto.

Surisdiyanto menerangkan empat dari lima korban adalah anak-anak. Mereka yakni Sumedi (35) warga Magelang, Naura Palupi (10) dan Galih (12) warga Semarang, setelahnya ada Yoga Pratama (14) dan Kesya (9) warga Magelang.

"Kejadian tersebut terjadi pada hari Minggu pukul 07.30 WIB, korbannya Naura Palupi dan Galih. Saat keduanya bermain air di bibir pantai, tiba-tiba keduanya mengeluhkan sakit di bagian kaki," katanya.

Setelah mendapat laporan kejadian tersebut, tim Satlinmas Rescue memberikan pertolongan dengan dibawa ke Posko Satlinmas Rescue.

"Setelah kedua korban tertangani. Sekitar pukul 11.30 terjadi lagi, sebanyak tiga wisatawan menjadi korban," katanya.

Dia menerangkan memang sekarang ini di sejumlah pantai di Gunungkidul banyak dijumpai ubur-ubur menepi. "Kami sudah memasang rambu larangan (mandi di laut) dan meminta wisatawan berhati-hati dengan ubur-ubur. Tetapi masih ada saja wisatawan yang tak peduli dengan larangan itu," pungkasnya. (bgs/bgs)