DetikNews
Kamis 14 September 2017, 16:49 WIB

Langganan Kekeringan, Warga Lereng Menoreh Mandi Sehari Sekali

Pertiwi - detikNews
Langganan Kekeringan, Warga Lereng Menoreh Mandi Sehari Sekali Foto: Pertiwi/detikcom
Magelang - Lereng Menoreh di wilayah Kabupaten Magelang merupakan daerah langganan kekeringan setiap kali musim kemarau tiba. Dua kecamatan yang mengalami kekeringan adalah Kecamatan Borobudur dan Salaman.

Ratusan Kepala Keluarga (KK) mengandalkan bantuan droping air bersih dari Pemerintah Kabupaten Magelang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Mereka pun rela mandi sehari sekali karena minimnya pasokan air bersih.

Kepala BPBD Kabupaten Magelang, Edi Susanto mengungkapkan, dua kecamatan yang berada di lereng perbukitan Menoreh dan menjadi langganan kekeringan yaitu Kecamatan Borobudur dan Salaman.

"Saat ini, Desa Kenalan di Kecamatan Borobudur dan Desa Margoyoso di Kecamatan Salaman sudah mulai mengandalkan droping air bersih. Desa Kenalan yang paling parah tahun ini," jelas Edi, kepada detikcom, Kamis (14/9/2017).

Dia menyebutkan, Desa Kenalan menjadi salah satu daerah dengan krisis air bersih paling parah karena tidak ada sumber air bawah tanah di desa setempat. Hal itu dipengaruhi oleh kontur tanah yang berupa bebatuan.

"Kontur tanahnya bebatuan. Jadi, air hanya tertampung di cekungan-cekungan, sehingga persediaannya cepat habis," ungkap Edi.

Hingga saat ini, baik Desa Kenalan maupun Desa Margoyoso telah rutin menerima bantuan droping air bersih setiap dua hari sekali. Total ada sebanyak 419 KK yang bergantung pada distribusi air bersih tersebut.

Sementara itu, salah satu warga Dusun Tubansari, Desa Margoyoso, Kecamatan Salaman, Winarti mengatakan, kekeringan sudah terjadi sejak akhir bulan Juni atau setelah Hari Raya Idul Fitri lalu.

"Kondisi ini membuat warga harus ekstra irit dalam menggunakan air. Setiap hari, warga yang hendak mandi harus pergi ke sungai. Biasanya mandi hanya sehari sekali, pada siang hari," katanya.

Untuk keperluan utama memasak maupun lainnya, warga mengandalkan bantuan droping air bersih dari BPBD Kabupaten Magelang. Droping air bersih, menurutnya diterima warga sejak bulan Agustus kemarin.

"Sebenarnya warga telah berupaya untuk mengatasi kekeringan dengan memasang pralon air dari Wonogiri, Kecamatan Kajoran, namun air tersebut tidak bisa sampai," ungkapnya.

Terpisah, Kepala Dusun Tubansari Marwandi mengatakan, jumlah warga di dusunnya ada sebanyak 303 KK, namun yang rawan air bersih warga RT 02, 04 dan RT 07 sekitar 97 KK atau sekitar 388 jiwa. Sedangkan di Dusun Kalisari ada tiga RT yakni RT 01, 02 dan 03 sekitar 98 KK. Total ada sebanyak 400 jiwa yang mengandalkan droping air setiap 2 hari sekali.


(bgs/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed