DetikNews
Kamis 14 September 2017, 15:47 WIB

Satu Keluarga Sakit, Rumahnya Roboh Diterjang Angin di Jepara

Wikha Setiawan - detikNews
Satu Keluarga Sakit, Rumahnya Roboh Diterjang Angin di Jepara Foto: Wikha Setiawan/detikcom
Jepara - Kisah tragis dialami satu keluarga di Kelurahan Bulu RT 3 RW 2 Kecamatan Jepara Kota, Kabupaten Jepara. Rumah yang selama ini dihuni harus rata dengan tanah setelah diterjang angin kencang.

Sriyati (60), tidak bisa berbuat banyak setelah musibah yang dialaminya itu. Rumah tempatnya berteduh dari panas dan hujan rusak. Dia tidak tahu kapan lagi akan dapat dibangun.

Ia sehari-hari hanya menjadi penjual gorengan keliling di sekitar kampungnya. Tentu, hasilnya pas-pasan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Sementara, suaminya Amin Riyanto (60) Sudah tidak dapat lagi bekerja setelah kirinya diamputasi karena penyakit gula yang diidapnya.

Bukan hanya itu, putri semata wayangnya Solikatin (28) menderita Thalasemia sejak usia tujuh bulan dan harus transfusi darah tiap bulan.

"Jadi, satu rumah punya penyakit semua. Saya sendiri sakit batu ginjal dan darah tinggi," kata Sriyati, Kamis (14/9/2017).

Ia menceritakan, rumahnya yang didominasi papan kayu itu didatangi salah satu organisasi kemasyarakatan untuk diajukan bantuan karena rumahnya sudah miring, Rabu (6/9/2017) lalu. Tiba-tiba angin kencang menerjang rumahnya dan meratakan dengan tanah.

"Beruntung, saat itu saya langsung ditarik oleh tamu itu keluar rumah. Jadi, waktu kejadian saya sedang menemui tamu di ruang tamu," terangnya.

Sejak saat itu, ia bersama anggota keluarganya mengungsi ke rumah tetangga. Sampai saat ini, ia belum bisa berjualan gorengan keliling.

"Kami nunut tidur di rumah tetangga, tapi berpisah dengan suami dan anak. Karena kalau bareng nunut satu rumah tidak enak, dan tidak muat," papar dia.

Kini, Sriyati hanya berharap supaya dapat kembali memiliki rumah.

"Saat ini saya ingin punya rumah lagi. Sedihnya, anak saya saat ini sedang menjalani transfusi darah di rumah sakit. Hanya saja, lebih tenang karena ikut BPJS, kalau dulu masih biaya sendiri tiap transfusi membutuhkan Rp 2 juta," tandasnya.
(bgs/bgs)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed