DetikNews
Kamis 14 September 2017, 13:27 WIB

Pro Kontra Tol di Yogya, Pakar: Kalau Tidak Butuh, Jangan Dipaksakan

Usman Hadi - detikNews
Pro Kontra Tol di Yogya, Pakar: Kalau Tidak Butuh, Jangan Dipaksakan Iustrasi jalan tol. (Foto: Grandyos Zafna)
Yogyakarta - Pro dan kontra pembangunan tol di Yogyakarta terus bergulir. Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, tegas menolak, sedangkan pemerintah pusat ngotot membangunnya. Kepala Pusat Studi Transportasi dan Logistik (Pustral) UGM, Prof Nur Yuwono, menyarankan dilakukan kajian mendalam dan tuntas. Jika memang daerah tersebut tidak membutuhkan maka sebaiknya tidak perlu dibangun jalan tol.

"Pembangunan tol harus terlebih dahulu melalui kajian yang matang sehingga harus sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Kalau seumpama berdasarkan hasil kajian daerah tersebut tidak butuh (tol), itu berarti di daerah itu tidak harus ada (tol)," kata Yuwono kepada detikcom, Kamis (14/9/2017).

Kajian itu, kata Yuwono, perlu menghitung kebutuhan, termasuk kebutuhan jangka waktu ke depan. Saat ini mungkin dirasa sudah mencukupi tanpa tol, namun ke depannya memang harus ada perhitungan ulang, termasuk prediksi perkembangan kendaraan dan sebagiannya.

Yuwono sendiri mengaku tidak mengetahui secara persis keinginan Sultan. Apakah selama ini yang ditolak Sultan adalah pembangunan tol di Kota Yogyakarta, atau Sultan memamng tidak menghendaki pembangunan tol di seluruh wilayah DIY.

Untuk pembangunan tol yang melintasi Kota Yogyakarta, kata Yuwono, memang tidak perlukan. Alasannya karena wilayah Kota Yogyakarta kecil, sedangkan ruas jalan di dalam kota cukup pendek sehingga penggunaan tol tidak akan efektif mengurai kepadatan kendaraan.

"Yang harus diperhitungkan oleh Sri Sultan adalah konektivitasnya dengan New Internasional Airport Yogyakarta di Kulonprogo," kata dia.

Sementara untuk wilayah DIY lainnya lainnya, bagi Yuwono memang masih memungkinkan dibangun tol. Selain ruas jalannya lebar dan panjang, wilayah di luar Kota Yogyakarta masih luas sehingga terbangun konektivitas antara DIY dengan wilayah lainnya.

"(Pembangunan) tol masih perlu untuk luar kota agar truk-truk yang besar-besar dan kendaraan-kendaraan besar lainnya, yang tidak perlu masuk kota bisa langsung melaju (lewat tol). Harus dicek lagi, apakah betul Sultan tidak menghendaki tol di seluruh wilayah DIY, atau di dalam kota saja. Karena pembangunan tol di wilayah DIY dengan tol di dalam Kota Yogya harus dipisahkan," lanjutnya.
(mbr/mbr)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed