DetikNews
Kamis 14 September 2017, 12:53 WIB

Cegah Kebakaran, Perhutani Kedu Selatan Andalkan Warga Desa Hutan

Rinto Heksantoro - detikNews
Cegah Kebakaran, Perhutani Kedu Selatan Andalkan Warga Desa Hutan Petugas memperlihatkan aplikasi pendeteksi kebakaran hutan. (Foto: Rinto Heksantoro/detikcom)
Purworejo - Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Selatan, Jawa Tengah, mengantisipasi khusus potensi kebakaran hutan di puncak musim kemarau ini. Selain mengandalkan aplikasi pendeteksi kebakaran yang dimiliki, Perhutani juga menjalin jejaring kerja dengan masyarakat desa pinggir hutan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Wakil administratur KPH Kedu Selatan, Candra Musi, kepada detikcom menjelaskan, aplikasi yang dimaksud adalah Lapan Fire Hotspot. Aplikasi buatan Lapan tersebut dilengkapi dengan peta dan koordinat titik panas yang terjadi di suatu hutan. Terdapat notifikasinya sehingga jika ada titik panas terpantau, akan berbunyi dan tinggal memastikan titik panas terjadi.

"Jika terlihat ada titik hotspot, untuk penanganan awal kami langsung calling LMDH (Lembaga Masyarakat Desa Hutan) yang telah dibentuk di setiap desa pinggir hutan. Jika dibutuhkan tambahan personil, BKPH (Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan) akan diterjunkan untuk membantu, papar Candra, Kamis (14/9/2017).

Selain itu, lanjutnya, untuk menangani masalah kebakaran hutan, pihak KPH Kedu Selatan juga selalu berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten yang berada di wikayah pemangkuannya.

Di wilayah Kabupaten Purworejo yang merupakan wilayah dari KPH Kedu Selatan misalnya, terdapat 3 titik rawan kebakaran di hutan milik Perhutani. Ketiganya adalah hutan pinus seluas 1.200 ha di Kaligesing, 1.100 ha di Loano dan 975 ha di Gebang. Kasus kebakaran hutan milik Perhutani terakhir terjadi tahun 2014, sedangkan kebakaran hutan di luar Perhutani pada tahun 2015.

"Sangat kecil terjadinya kebakaran karena lahan terkena sinar matahari langsung, namun tetap kita waspadai. Yang menjadi penyebab utama justru karena kelalaian manusia seperti puntung rokok atau membakar sampah yang akhirnya merembet," kata dia.
(mbr/mbr)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed