DetikNews
Rabu 23 Agustus 2017, 13:56 WIB

Shalawat dari Pedagang Iringi Eksekusi Pasar Kanjengan Semarang

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Shalawat dari Pedagang Iringi Eksekusi Pasar Kanjengan Semarang Suasana Eksekusi Pasar Kanjengan. (Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom)
Semarang - Puluhan pedagang pasar Kanjengan bershalawat dan meneriakkan pekik merdeka mengiringi petugas Satpol PP yang mengawal eksekusi di blok C dan D. Ada beberapa pedagang yang masih belum rela harus pindah sementara selama pasar dibangun.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto mengatakan pengadilan sudah memutuskan untuk digelar eksekusi di blok C dan D pasar Kanjengan hari ini. Fajar mengatakan pengosongan blok tersebut seharusnya sudah dilakukan lama namun sering tertunda.

"Eksekusi hari ini kami laksanakan karena itu perintah pengadilan bahwa 23 Agustus harus eksekusi. Untuk blok A, B, E, F belum ada urusan," kata Fajar di lokasi, Rabu (23/8/2017).

Eksekusi dilakukan berdasarkan keputusan Pengadilan Negeri Semarang tanggal 24 Maret 2011 nomor :169/Pdt.G/2010/PN.Smg. Perwakilan termohon yaitu PT Pagar Gunung Kencana yang dulu mengelola gedung blok C dan D yang hadir di lokasi juga tidak menyampaikan keberatan ketika datang ke lokasi eksekusi.

Shalawat dari Pedagang Iringi Eksekusi Pasar Kanjengan SemarangSuasana Eksekusi Pasar Kanjengan. (Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom)

Meski demikian, sejumlah pedagang masih belum terima. Mereka mengawal Satpol PP dan petugas Pengadilan Negeri serta dari Dinas Perdagangan mulai dari tempat parkir hingga ke lokasi. Mereka bershalawat dan meneriakkan pekik merdeka sepanjang jalan.

Petugas pengadilan, Ali Nur Yahya, kemudian membacakan keputusan pengadilan dan menegaskan tidak ada debat karena keputusan sudah berkekuatan hukum tetap untuk pembongkaran hari ini.

"Kepada semua warga atau siapa saja yang merasa menempati, mulai hari ini kami mohon keluarkan barang-barangnya. Sampai tidak dikeluarkan, dengan terpaksa akan dikeluarkan. Gedung C dan D akan kami robohkan, perintahnya merobohkan. Menyerahkan tanah ke Pemerintah Kota Semarang. Dari (PT) Pagar Gunung Kencana tidak menyampaikan apapun ini ya," terang Ali Nur.

Perwakilan pedagang sempat ingin mengajukan protes, namun Ali kembali mengingatkan tidak ada debat dalam keputusan hari ini. Tidak lama kemudian, seorang pedagang bernama Nunuk membentak dan berusaha agar suaranya didengar.

Kondisi sempat memanas ketika Nunuk dan pedagang lainnya protes. Meski protes berjalan, eksekusi tetap dilakukan dan barang-barang yang berada di dalam kios dikeluarkan.

Shalawat dari Pedagang Iringi Eksekusi Pasar Kanjengan SemarangSuasana Eksekusi Pasar Kanjengan. (Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom)

Salah satu pedagang, Hajatun (53) mengatakan masih bingung dengan kondisinya karena lokasi relokasi di kawasan Masjid Agung Jawa Tengah sempit dan tidak bisa menampung dagangan semangkanya. Ia berencana akan berhenti berdagang jika tidak ada lokasi yang cocok.

"Katanya tempat baru cuma 2x2 meter. Ini keranjang saja banyak, apa cukup." Kata Hajatun.

Perempuan yang sudah berdagang semangka di Kanjengan sejak 1996 itu sebenarnya tetap ingin berdagang tapi tidak mau jika tempatnya sempit. Tapi jika pasar yang baru jadi dan dia punya kesempatan, ia ingin kembali berdagang.

"Ya kalau ada lagi tempatnya ya mau jualan" pungkas Hajatun.

Fajar Purwoto kembali menjelaskan, total ada 70 kios yang dieksekusi dan 44 diantaranya sudah mau menempati pasar relokasi. Nantinya lokasi tersebut akan dibangun gedung pasar 4 lantai, bahkan bantuan dari Kementrian Perdagangan Rp 100 miliar sudah dikucurkan sehingga pengerjaan perlu segera dilakukan.

"2018 akan ada bantuan dari Kementrian PUPR. Ini Pak Wali Kota tidak main-main untuk membangun. Ini untuk pembangunan pasar Johar baru. Awal 2020 harus sudah jadi. Tolong saling mengerti. Ini gratis," tegasnya.
(alg/mbr)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed