DetikNews
Rabu 23 Agustus 2017, 00:08 WIB

Candi Sukuh Diusulkan Jadi Titik Pantauan Hilal Baru di Indonesia

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Candi Sukuh Diusulkan Jadi Titik Pantauan Hilal Baru di Indonesia Pantauan hilal di Candi Sukuh, Karanganyar. (Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom)
Karanganyar - Kawasan Candi Sukuh Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar, diusulkan menjadi salah satu titik pemantauan bulan muda atau rukyah hilal. Titik tersebut dinilai strategis untuk melihat kemunculan bulan muda di awal bulan hijriyah.

Hal tersebut mengemuka dalam acara rukyah hilal di kawasan Candi Sukuh, Selasa (22/8/2017) petang.

"Tempat ini sangat strategis untuk melihat hilal karena di ufuk barat, ketinggian 0,5 hingga 1 derajat itu tidak ada penghalangnya," kata Kepala Observatorium CASA Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam, AR Sugeng Riyadi, sebagai fasilitator kegiatan.

Candi Sukuh berada di ketinggian 1.190 meter di atas permukaan laut. Letaknya berada di 7 derajat 37' 40" LS dan 111 derajat 07' 46" BT. Jarak menuju Gunung Merapi dan Merbabu pun dinilai cukup jauh, sehingga tak ada halangan untuk melihat hilal.

Meski strategis, namun kendala faktor cuaca memang juga harus diperhitungkan. Pada pemantauan Selasa petang misalnya, kondisi mendung maupun langit yang berawan dapat mengganggu penampakan hilal.

Seperti rukyah hilal penentuan 1 Dzulhijah 1438 kali ini, hilal tidak terlihat karena tertutup awan. Sekitar 100 orang dari jajaran Kemenag Karanganyar, Pemkab Karanganyar dan Ponpes Assalam sama sekali tidak melihat hilal.

"Kita sudah siapkan dua alat, satu manual, satu digital robotic telescope untuk mentrack matahari sampai terbenam itu bisa. Lalu kita arahkan ke bulan ternyata ada gangguan awan yang lewat," ujarnya.

"Kalau tidak terhalang awan, saat ini sangat mungkin terlihat, karena awan hitam tebal itu bukan ufuk, ufuknya 10 menit di bawah awan atau sekitar 2,5 derajat di bawahnya. Matahari saja ketutup awan, apalagi bulan yang kontras visibilitasnya 0,2 persen," katanya menambahkan.

Selanjutnya, tim dari Ponpes Assalam akan mengolah gambar yang direkam selama pemantauan untuk memastikan adanya hilal. Mereka juga akan kembali melakukan pemantauan untuk membuktikan lokasi tersebut strategis.

Sementara itu, Bupati Karanganyar, Juliyatmono, berharap rencana penetapan lokasi pantauan hilal di Candi Sukuh dapat segera terealisasi. Dia juga berencana untuk menjadikan lokasi tersebut menjadi tempat wisata religi.

"Ahlinya kalau sudah bilang oke ini tempat strategis, bisa meyakinkan semua pihak, pasti pemerintah mendukung dan memfasilitasi. Ini kan ilmu pengetahuan. Ini kan kebenaran yang harus dibuktikan dengan mata telanjang," tutupnya.
(mbr/mbr)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed