DetikNews
Selasa 22 Agustus 2017, 20:24 WIB

Korban First Travel di Yogya Mengadu ke LKY

Usman Hadi - detikNews
Korban First Travel di Yogya Mengadu ke LKY Foto: Rengga Sencaya
Yogyakarta - Korban Biro Umrah First Travel di Yogyakarta mengadu ke Lembaga Konsumen Yogyakarta (LKY). Sampai saat ini LKY mencatat sudah ada 19 korban melapor.

Salah satu korban, Ny Kautsar mengatakan tujuannya mengadu ke LKY karena ditipu First Travel. Meski telah membayar tapi dia tak kunjung diberangkatkan umrah. Total ada 14 korban yang dia ketahui, dengan nominal kerugian sekitar Rp 240 juta.

"Total nilai (kerugiannya) Rp 240 juta, itu dari 14 orang. Tahun ini 11 orang (rencananya diberangkatkan), sisanya tiga orang tahun depan," katanya seusai mengadu ke LKY.

Kautsar mengatakan berdasarkan form promo yang didapat seharusnya diberangkatkan antara Desember 2016 sampai Mei 2017. Namun kenyataannya jadwal keberangkatan selalu mundur, hingga akhirnya mereka dipastikan gagal berangkat.

"Kalau dari form promonya itu (pemberangkatan) Desember 2016 sampai Mei 2017. Terakhir saya dapat kabar, saya mau diberangkatkan bulan Juni, itu sudah mundur dari jadwalnya.Tapi sampai Agustus ini belum ada kejelasan lagi," katanya.

Oleh sebab itu Kautsar berharap bila memang tidak memungkinkan berangkat umrah, uang dan dokumen-dokumen yang mereka setorkan ke First Travel dikembalikan. Tapi bila memang masih bisa diberangkatkan lewat biro lain, kejelasan pemberangkatan mereka tunggu.

"Kalau memang tidak memungkinkan untuk berangkat ya uangnya dikembalikan. Dokumennya yang sudah lengkap juga dikembalikan," harapnya.

Menurutnya saat mendaftar pada awalnya membayar Rp 14,3 juta. Kemudian ada tambahan Rp 2,5 juta. "Itu biaya untuk satu orang," tambahnya.

Sekretaris LKY Dwi Priyono menambahkan, sampai saat ini pihaknya sudah menerima laporan 19 orang. Laporan tersebut akan ditindaklanjuti. Rencananya dalam waktu dekat pihaknya juga akan berkoordinasi dengan YLKI di Jakarta.

"Jadi terakhir ini ada sekitar 19 orang korban First Travel yang melaporkan ke sini (LKY)," paparnya.

Sebagai hak konsumen, Dwi berharap dana para korban First Travel dikembalikan. Dia meminta yang merasa dirugikan jangan berdiam diri.
"Kalau membiarkan sama halnya kita ikut melanggenggang pelanggaran-pelanggaran hak konsumen. Kasus ini seperti fenomena gunung es itu, hanya sebagian kecil yang terlihat. Namun sebenarnya di dalam ada banyak sekali," pungkasnya.
(bgs/bgs)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed