DetikNews
Minggu 20 Agustus 2017, 19:36 WIB

Ganjar: Keputusan Siapa yang Maju Pilgub Jateng di Tangan Bu Mega

Edzan Raharjo - detikNews
Ganjar: Keputusan Siapa yang Maju Pilgub Jateng di Tangan Bu Mega Foto: Edzan Raharjo/detikcom
Sleman - Ganjar Pranowo akan kembali maju untuk bertarung di pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jawa Tengah 2018. Ganjar saat ini juga telah mendaftarkan diri di DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah.

Namun siapa yang akan maju dan mendapat restu Ketua Umum PDIP Megawati dan siapa yang akan menjadi pasanganya dalam Pilgub Jateng nanti ini, ia belum mengetahui. Secara administratif dan sesuai ketentuan yang disyaratkan, dirinya sudah mendaftarkan diri dan mengembalikan formulir di DPD PDIP Jateng.

Sementara soal restu dari Ketua Umum PDIP Megawati, Ganjar mengaku pernah berpengalaman dalam hal tersebut. Menurutnya, aturan partai melalui sebuah proses politik seperti hasil survei, psikotes, wawancara dan terakhir keputusan ada di tangan Ketua Umum Megawati Soekarno Putri.

"Gak usah restu-restuan. Kita sudah tahu kondisi obyektif yang akan diputuskan seperti apa, wong saya juga pernah alami," kata Ganjar kepada wartawan di warung sate klatak di jalan Damai, Sleman, Minggu(20/8/2017).

Ditanya apakah Ganjar yakin pasti dapat restu dari Mega. Dia tidak mau menebak-nebak. "Walah gak usah nebak-nebak, nanti ndak GR," katanya.

Dia mengaku sudah siap untuk maju di Pilgub Jawa Tengah 2018 nanti. Bahkan untuk berkompetisi dengan dua orang yang pernah jadi menteri yakni Sudirman Said dan Marwan Ja'far. Keduanya, menurut Ganjar adalah orang hebat dan kualitasnya tidak diragukan.

"Pak Sudirman Said sudah mulai jalan-jalan, Pak Marwan gambarnya sudah mulai ada. Dua-duanya pernah jadi menteri, lebih hebat dari saya. Saya kan belum pernah jadi menteri," kata Ganjar.

Sementara soal akan dipasangkan dengan siapa, Ganjar mengaku belum mengetahui. Karena wewenang partai dalam hal ini lebih dominan untuk menentukan dan partai memiliki pertimbangan-pertimbangan sendiri. Untuk pasangan di partai ada prosesnya yakni melalui seleksi internal yang kemudian akan dipilih.

"Tradisi di PDIP tidak ada lirik-lirikan. Pengalaman saya di 2013 dulu tidak tahu sama sekali mau dijodohkan dengan Pak Heru Sudjatmoko. Gak pernah tahu saya," katanya.
(bgs/bgs)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed