DetikNews
Sabtu 12 Agustus 2017, 17:38 WIB

Gembiranya Puluhan Mahasiswa Asing Ini Gotong Royong Bersih Sungai

Rinto Heksantoro - detikNews
Gembiranya Puluhan Mahasiswa Asing Ini Gotong Royong Bersih Sungai Pasa mahasiswa asing membersihkan dasar sungai di Purworejo. (Foto: Rinto Heksantoro/detikcom)
Purworejo - Sungai Lundu di Purworejo, Jateng, sudah mengering karena musim kemarau. Warga di Dusuh Nadri, Desa Krendetan, Bagelen, Kabupaten Purworejo, yang tinggal di pinggir aliran sungai itu bergotong royong membersihkan sungai. 22 WNA turut serta kerja bakti dengan riang gembira.

Bersih sungai dilakukan dibersihkan agar sampah-sampah tidak lagi menyumbat aliran air jika musim penghujan nanti datang lagi. Puluhan warga setempat melakukan kerja bakti.

Namun ada 22 anak muda dari 17 negara di Eropa dan Asia turut serta bahu membahu menyapu dan membersihkan sungai dari sampah yang berserakan.

Mereka datang ke desa itu sebenarnya dalam rangka Indonesia International Week 2017 yang merupakan ajang pertukaran mahasiswa untuk mempelajari seni dan budaya lokal.

Salah satu mahasiswa asal Polandia yang sedang menempuh kuliah di Universitas Indonesia, Yohana Chistina (22), mengaku senang bisa berbaur dengan warga desa. Selain suasana pedesaan yang nyaman dan indah, dia juga menilai penduduknya sangat ramah.

"Ikut menjaga kelestarian lingkungan sekaligus belajar budaya. Penduduknya sangat ramah, terutama anak-anaknya sangat lucu," ujarnya, Sabtu (12/08/2017).

"Desa yang sangat indah. Saya harap penduduk lokal bisa menjaga lingkungan dan juga budaya lokalnya," ungkap Mateusz Kalisz (20), asal Polandia.

Gembiranya Puluhan Mahasiswa Asing Ini Gotong Royong Bersih SungaiBelajar menari kuda lumping. (Foto: Rinto Heksantoro/detikcom)

Ketua Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Desa Krendetan, Toetwury Trisilowaty, menuturkan tujuan dari kegiatan yang diikuti 22 mahasiswa asing tersebut selain untuk menjaga kelestarian seni budaya juga sekaligus melestarikan lingkungan, termasuk menjaga dari bahaya bencana.

"Tadi sudah belajar menari kuda lumping, sekarang gilirannya membersihkan sungai. Biar mereka tahu keadaan sungai ketika kering dan bagaimana membersihkannya," kata Wuri.

Para mahasiswa itu juga belajar menganyam kuda lumping, memainkan alat musik tradisional, menyaksikan proses pembuatan gula kelapa serta kegiatan-kegiatan penduduk desa lainnya.
(mbr/mbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed