DetikNews
Senin 07 Agustus 2017, 18:39 WIB

3 Korban Calo Ini Sempat Ikut Kuliah 1,5 Bulan di Kedokteran UNS

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
3 Korban Calo Ini Sempat Ikut Kuliah 1,5 Bulan di Kedokteran UNS Wakil Rektor UNS di Polresta Surakarta. (Foto: Bayu Isnanto/detikcom)
Solo - Tiga orang warga Bima, NTB, menjadi korban penipuan seleksi masuk Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta tahun 2016. Janji menjadi mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) melalui jalur khusus ternyata tidak terwujud.

Tiga orang tersebut adalah LMP, FN dan NK. Mereka telah melaporkan kasus tersebut kepada Polresta Surakarta. Dua orang calo akhirnya ditangkap 31 Juli 2017 lalu.

Kapolresta Surakarta, AKBP Ribut Hari Wibowo, mengatakan pelaku bernama Iwan Saputra dan Arif Munandar. Iwan merupakan warga Klaten, sedangkan Arif merupakan warga Bima, NTB.

Iwan, sebagai pelaku utama, diduga melakukan pemalsuan dokumen terkait persyaratan mengikuti perkuliahan. Sedangkan Arif sebagai perantara dan membantu Iwan dalam melakukan aksi.

"Satu korban diminta transfer sebesar Rp 170 juta, dua korban lainnya transfer Rp 100 juta. Pelaku kemudian memalsukan dokumen-dokumen, seperti KRS (Kartu Rencana Studi) dan bukti transfer bank agar korban percaya," ujar dia, Senin (7/8/2017).

Ketiga korban sempat mengikuti perkuliahan di FK pada semester 1. Namun nama mereka tidak pernah tercantum di dalam presensi mahasiswa.

Hingga sekitar 1,5 bulan perkuliahan, pihak kampus mulai mencurigai adanya kejanggalan tersebut. Setelah diusut, baru diketahui bahwa tiga korban itu tidak pernah diterima di UNS.

Wakil Rektor II UNS, Mohammad Jamin, memastikan tidak ada oknum pegawai UNS yang terlibat dalam kasus tersebut. Ia menyebut kedua pelaku telah mencoreng nama baik UNS.

"Kami tegaskan bahwa UNS hanya membuka tiga jalur seleksi, yaitu SNMPTN, SBMPTN dan jalur mandiri. Selain itu tidak ada. Dan sistemnya online, semua transparan. Jangan mau diiming-imingi lewat jalur lain," tuturnya.

Polisi menyita beberapa barang bukti berupa dokumen palsu, yakni bukti setor ke Bank Tabungan Negara, KRS dan surat penerimaan mahasiswa. Dari tersangka, polisi menyita ponsel, laptop, printer dan stempel UNS.

Pelaku dijerat dengan pasal 263 ayat 1 dan 2 KUHP tentang pemalsuan surat. Mereka diancam hukuman penjara maksimal 6 tahun.
(mbr/mbr)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed