DetikNews
Kamis 03 Agustus 2017, 18:34 WIB

Aseng Gunakan Ponsel Temannya untuk Kendalikan Peredaran Ekstasi

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Aseng Gunakan Ponsel Temannya untuk Kendalikan Peredaran Ekstasi Foto: Arbi Anugrah/detikcom
Semarang - Telepon genggam merek nokia yang digunakan Aseng untuk mengendalikan penyelundupan 1,2 juta ekstasi diduga berasal dari rekannya. Pemilik asli telepon genggam tersebut merupakan mantan narapidana yang sudah menyelesaikan masa hukuman.

Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Jawa Tengah, Ibnu Chuldun mengatakan pihaknya mendapatkan informasi sementara soal asal telepon genggam yang dibawa Aseng. Informasi tersebut dijadikan pegangan untuk penulusuran lebih lanjut.

"Dapat informasi Aseng mendapatkan handphone dari kawannya di dalam lapas yang sudah bebas. Masalah itu diwariskan atau bagaimana, masih didalami," kata Ibnu di kantornya, Jalan dr Cipto, Semarang, Kamis (3/8/2017).

"Berapa lama membawa handphone masih didalami, tapi sekitar sebulan lebih," imbuhnya.

Baca juga: 1,2 Juta Ekstasi dari Belanda Ikuti Pola Freddy Budiman

Baca juga: Napi Kontrol 1,2 Juta Ekstasi, Yasonna: Kalapas Nggak Jadi Promosi

Selama ini dari kasus penyelundupan alat komunikasi ke dalam lapas yang terbongkar, lanjut Ibnu, modusnya bermacam-macam mulai dari diselipkan dalam barang bawaan berupa benda atau makanan yang diantar penjenguk, bahkan dilempar dari luar tembok lapas.

"Kemungkinan ada juga dari oknum petugas sendiri," pungkasnya.

Ibnu menegaskan, jika ternyata terbukti ada keterlibatan oknum petugas lapas dalam penyelundulan telepon genggam ke dalam lapas, maka ada sanksi pemindahan ke luar Jawa.

"Secara tegas pak Menteri perintahkan kami bila ada petugas yan memang terbukti memasukkan handphone, akan ditindak tegas, beliau perintahkan mutasikan keluar pulau Jawa. Yang bersangkutan tidak boleh ada lagi di pulau Jawa apalagi Jateng. Jadi akan dilaksanakan," tegas Ibnu.

Diberitakan sebelumnya, penyelundupan 1,2 juta ekstasi dari Belanda terbongkar dan ternyata dikendalikan oleh narapidana di Lapas Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah bernama Aseng. Narapidana kasus narkoba itu sedang menjalani hukuman 15 tahun penjara.

Buntut dari peristiwa itu adalah Menkumham, Yasonna Laoly mencopot Kalapas Batu Nusakambangan Abdul Haris dan Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan Triwibowo.
(alg/mbr)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed