DetikNews
Kamis 27 Juli 2017, 11:01 WIB

Warga Magelang Menciptakan Sepatu Khusus untuk Tuna Netra

Pertiwi - detikNews
Warga Magelang Menciptakan Sepatu Khusus untuk Tuna Netra Sepatu khusus untuk penyandang tuna netra buatan Tris Prayogo. (Foto: Pertiwi/detikcom)
Magelang - Berawal dari prihatin melihat musibah yang menimpa sahabatnya, Tris Prayogo (40), berinisiatif menciptakan sepatu khusus tuna netra. Sepatu itu dilengkapi dengan tiga sensor yang akan mengirimkan penanda getar jika mendapati potensi hambatan berjarak 30-40 centimeter di depannya.

Ditemui di rumahnya di Perum Depkes A4, Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang, Tris menceritakan semula dia meraasa prihatin melihat salah satu sahabatnya tiba-tiba mengalami kebutaan. Dari rasa prihatin itu timbul empati yang kemudian memunculkan inisiatif untuk membuat alat yang bisa membantu aktivitas keseharian sahabatnya itu.

Selanjutnya dia bersama istrinya, Evi Dwi Hastuti (39), dibantu dua orang rekan lainnya, Wahyu Hidayat dan Naskan, mulai merancang sepatu yang juga berfungsi sebagai alat bantu bagi penyandang tuna netra.

"Percobaan pembuatan sepatu ini saya mulai sekitar tahun 2014 dan baru bisa diuji coba awal tahun 2017," ujar lelaki yang pernah kuliah di jurusan teknik elektro tersebut kepada detikcom, Kamis (27/7/2017).

Warga Magelang Menciptakan Sepatu Khusus Untuk Tuna NetraSepatu dipasangi sensor khusus pendeteksi hambatan. (Foto: Pertiwi/detikcom)

Keistimewaan dari sepatu ciptaan Tris adalah dapat memberikan tanda getaran kepada pemakai jika menghadapi hambatan berupa benda ataupun lubang di depannya.

"Ada tiga sensor yang kita pasang di sepatu ini. Pemakai akan menerima tanda berupa getaran jika menemukan hambatan berjarak 30-40 centimeter di depannya, sehingga bisa menghindar," papar Tris.

Selain tiga sensor, sepatu juga dipasangi satu prosesor dan satu baterai. Kelengkapan tersebut yang membuat sepasang sepatu bisa menghabiskan biaya pembuatan Rp 1-2 juta.

"Kami masih terus melakukan penyempurnaan terhadap sepatu ini. Untuk suplai tenaga sensor, rencananya mau diganti dari tadinya tenaga kinetik atau dari gerak kaki pemakai, menjadi suplai tenaga listrik," katanya.

Tris berharap sepatu itu mampu menjawab kebutuhan kaum tuna netra, setidaknya membantu mengatasi kekhawatiran saat berjalan di jalan umum. Dia temuannya itu bisa dikembangkan oleh Pemerintah sehingga selanjutnya bisa dibagikan secara gratis kepada penyandang tuna netra.

"Kalau diterjunkan ke pasar, nilai ekonominya sangat kecil. Selain bahan baku yang mahal, kalangan pengguna juga sangat terbatas. Maka dari itu, kita berharap ada bantuan dari pemerintah, agar sepatu tuna netra bisa berkembang lagi," harapnya.

Warga Magelang Menciptakan Sepatu Khusus Untuk Tuna NetraTris Prayogo bersama Wakil Wali Kota Magelang. (Foto: Pertiwi/detikcom)

Karya sepatu itu memang masih berupa purwarupa atau prototipe. Namun demikian, sudah pernah diikutkan lomba Kreativitas dan Inovasi (Krenova) tingkat Jawa Tengah 2017. Dalam lomba itu Wali Kota Magelang, Sigit Widyinindito, menerima penghargaan Wali Kota Pelopor Inovasi se-Jawa Tengah 2017 karena kepeduliannya mendukung inovasi warganya itu.

Wakil Wali Kota Magelang, Windarti Agustina, mengatakan bahwa sepatu tuna netra merupakan terobosan yang sangat bagus. Pemerintah daerah akan membantu melalui Balitbang dengan mencarikan investor yang mungkin mau membantu produksi sepatu tersebut.

"Terkait dengan harga sepatu, kalau dipasarkan masih tinggi. Ke depan, bisa disiasati dengan produksi skala besar sehingga memangkas ongkos tinggi. Kita wajibnya berusaha membantu, baik produksi maupun pemasarannya," ujar Windarti.
(mbr/mbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed