DetikNews
Rabu 26 Juli 2017, 14:09 WIB

KPK Pilih Jateng Mempelopori Pembentukan Komite Antikorupsi Daerah

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
KPK Pilih Jateng Mempelopori Pembentukan Komite Antikorupsi Daerah Ganjar Pranowo di acara KPK. (Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom)
Semarang - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membentuk Komite Advokasi Regional Antikorupsi Daerah di Jawa Tengah. Langkah pencegahan tindakan korupsi itu dilakukan untuk antisipasi korupsi dengan melibatkan sektor swasta.

Koordinator Program Fungsional dan Pelayanan Masyarakat Kedeputian KPK, Roro Wide Sukistyowati, mengatakan Jateng dipilih pertama kali untuk pembentukan komite tersebut.

Daerah lainnya yang akan mengikuti adalah Jawa Barat, Jawa Timur, Yogyakarta, Lampung, Riau, Kalimantan Timur, dan Nusa Tenggara Timur.

"Khusus Jateng juga melibatkan asosiasi bisnis farmasi karena ternyata usaha terbesar di Jateng adalah kesehatan," kata Roro di lokasi pembentukan Komite Advokasi Regional Antikorupsi Daerah, Novotel, Semarang, Rabu (26/7/2017).

"Anggotanya OPD (organisasi peangkat daerah) pemegang izin usaha, Kadin dan sosiasi bisnis," imbuhnya.

Roro menjelaskan pencegahan korupsi dengan menggandeng swasta cukup penting karena dari data KPK pihak swasta menjadi pelaku korupsi kedua terbanyak.

"Posisi pertama eksekutif, kedua swasta. Maka arahan Ketua KPK untuk bergerak di bidang pencegahan melibatkan pihak swasta," tandasnya.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, yang hadir dalam acara tersebut mengatakan dirinya akan ikut mengawal keberadaan komite tersebut bersama KPK.

Komite itu, menurutnya, akan memperkuat komitmen antikorupsi di Jateng dan menjadi gerakan bersama antara Pemerintah dan pelaku usaha. Dampaknya yaitu memaksimalkan penyelenggaraan layanan perizininan yang mudah, murah, cepat, kemudian kerjasama proyek pengadaan barang dan jasa berkualitas dan terhindar dari korupsi.

"Tapi perlu saya ingatkan, sebaik-baik kita bekerja namanya gangguan dan fitnah pasti ada. Apalagi kalau difitnah kemudian penegak hukum datang, pasti tidak nyaman. Tapi jangan takut, difitnah seperti apapun, kalau memang kerjanya benar, niatnya baik, jalan terus," ujar politisi PDIP yang namanya disebut-sebut dalam kasus korupsi e-KTP tersebut.
(mbr/mbr)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed