detikNews
Jumat 21 Juli 2017, 13:19 WIB

Taksi Argo Tagih Dishub Soal Penegakkan Pergub DIY No 32/2017

Usman Hadi - detikNews
Taksi Argo Tagih Dishub Soal Penegakkan Pergub DIY  No 32/2017 Foto: Usman Hadi/detikcom
Yogyakarta - Belasan sopir taksi argo yang tergabung dalam Komunitas Pengemudi Taksi Argometer Yogyakarta (Kopetayo), mendatangi Kantor Dishub DIY. Mereka hendak menagih janji soal penegakkan Pergub DIY No 32/2017.

Mereka mendatangi kantor Dishub DIY di Jl Babarsari, Sleman, Jumat (21/7/2017). Namun tidak ada satu pun pejabat yang menemuinya karena tidak ada di kantor,, Jumat (21/7/2017 siang. Namun kantor.

Ketua Kopetayo, Sutiman di Kantor Dishub DIY mengatakan kedatangan mereka hendak menanyakan soal penegakkan Pergub DIY Nomor 32 tahun 2017, yang mengatur angkutan sewa khusus termasuk taksi online di Yogyakarta. Sementara pergub tersebut sudah berlaku sejak 1 Juli 2017.

"Kedatangan kami untuk menanyakan ke Dinas Perhubungan. Hasil operasi taksi online yang ditangkap jumlahnya berapa," ungkap Sutiman.

Setelah operasi gabungan yang dilakukan seminggu lalu di kawasan Malioboro itu, tindak lanjut seperti apa. "Sebab sudah jelas ada aturannya," kata Sutiman.


Menurut Sutiman, saat dilakukan operasi tersebut banyak sopir taksi online tak beroperasi. Tapi setelah itu, sopir taksi argo masih menjumpai taksi online yang beroperasi di Yogyakarta.

"Kami menduga mereka belum mengurus izin," katanya.

Dia menambahkan anggota taksi argometer di Yogyakarta sudah bisa membedakan mana taksi online atau bukan. Hal itu terlihat saat beroperasi di kawasan Malioboro dan sekitar dan beberapa hotel.

"Kami tahu itu yang mana taksi online atau bukan.Kami yakin masih banyak sopir taksi online yang belum mentaati aturan tersebut," katanya.

Sementara itu Sekretaris Kopetayo Suyitno menegaskan pihaknya membantah bila operasi taksi online di Yogya beberapa waktu lalu bukanlah inisiatif Kopetayo. Pihaknya hanya menginginkan agar Dishub DIY menjalankan aturan yang sudah dibuat pemerintah.

"Operasi penilangan (taksi online) sebenarnya bukan tuntutan kami. Tuntutan kami sekarang, agar Dinas Perhubungan merapat ke operator (taksi online). Kalau memang belum mengurus perizinan, mohon diberhentikan terlebih dahulu (operasinya)," pintanya.
(bgs/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed