DetikNews
Senin 19 Juni 2017, 17:49 WIB

Pengakuan Sopir yang Dihukum Lepas Baju di Bandara Yogya

Sukma Indah Permana - detikNews
Pengakuan Sopir yang Dihukum Lepas Baju di Bandara Yogya F saat dihukum lepas baju di tempat umum. (Foto: medsos)
Yogyakarta - Sopir taksi online berinisial F hingga saat ini masih mengaku syok dengan apa yang dialaminya semalam di Bandara Adisutjipto Yogyakarta. Mulai dari dituduh mencuri, hingga diperintah membuka baju di depan umum.

"Awalnya saya mengantar penumpang dari terminal B, lalu saat mau keluar, arus lalu lintas (di utara rel kereta api) diarahkan ke kiri masuk ke parkiran. Ada pengalihan arus," ujar F saat dihubungi detikcom, Senin (19/6/2017).

Di situ, F menerima pesanan taksi dari salah seorang penumpang di bandara. F kemudian segera menghubungi calon penumpangnya untuk naik di depan kantor imigrasi atau kantor PT AP I yang letaknya sekitar 200 meter dari bandara.

"Tapi saya baru mau mencet nomor teleponnya, ternyata penumpang saya membuka pintu belakang sebelah kiri," imbuhnya.

"Saya sampai teriak, 'Pak di sini tidak boleh naik. Ini zona merah'," tutur F.

Di waktu yang hampir bersamaan, kata F berdatangan para sopir taksi bandara ke mobilnya.

"Kamu online ya!," kata F menirukan perkataan para sopir kepadanya.

F kemudian diminta turun dari mobil dan dibawa ke bagian penjemputan. Calon penumpang F juga sempat mengejar karena merasa bersalah.

"Penumpang juga membela saya, dia bilang tidak tahu. Saya juga jelaskan bahwa penumpang ini yang main mau masuk mobil," imbuhnya.

F bercerita, para sopir hanya sampai pada memintanya turun dari mobil. Kemudian ada seorang lelaki berpakaian preman yang menyekik lehernya dan menarik badannya hingga di depan sebuah minimarket di bagian penjemputan.

"Saya disuruh duduk diam, buka baju lalu diteriaki pencuri terus. 'Pencuri kamu! Pencuri pelanggan di situ. Bilang sama teman-teman kamu jangan nyuri lagi,'" cerita F.

F mengaku berkali-kali menjelaskan kalau dia sudah melarang penumpangnya naik di situ. Saat itu dia juga telah memohon-mohon untuk bisa mengenakan lagi bajunya.

"Saya lalu dibawa ke kantornya. Menulis pernyataan di situ," imbuhnya.

Pria berusia 32 tahun ini juga mengaku saat itu dia tak membawa SIM-nya karena disita polisi saat ditilang di daerah Jombor.

"Surat tilangnya ada. STNK juga memang belum bayar sejak bulan kemarin. Tapi saya bawa," jelas F.
(sip/mbr)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed