DetikNews
Kamis 18 Mei 2017, 22:13 WIB

Nelayan Rembang Mengaku Alat Cantrang Tak Rusak Ekosistem Laut

Arif Syaefudin - detikNews
Nelayan Rembang Mengaku Alat Cantrang Tak Rusak Ekosistem Laut Foto: Arif Syaefudin/detikcom
Rembang - Nelayan di Kabupaten Rembang masih menggunakan alat tangkap cantrang. Mereka menyatakan alat tangkap cantrang tidak akan merusak ekosistem laut.

Berbeda bila menggunakan alat pukat harimau yang menggunakan besi dan rantai, bisa merusak terumbu karang. Sebaliknya alat cantrang akan rusak bisal terkena terumbu karang.

"Cantrang jika terkena terumbu karang, cantrangnya yang rusak," ungkap Ramlan salah seorang nelayan cantrang dalam acara Forum Audiensi nelayan dengan anggota Komisi VI DPR RI di TPI Tasikagung Rembang, Kamis (18/5/2017).

Ramlan mengatakan hal itu berbeda dengan alat pukat harimau atau yang lainnya yang memang dasarnya menggunakan rantai. Pukat harimau bila mengenai terumbu karang, maka terumbu karanglah yang rusak. "Cantrang tidak dan terbukti ramah lingkungan," katanya.

Ramlan yang juga nelayan dari Desa Tasikagung Kecamatan Kota Rembang juga tidak sepakat jika Permen 71 tahun 2016 benar-benar diterapkan. Sebab hampir sebagian besar nelayan di wilayah Pantura menggunakan cantrang.
Hal senada juga diungkapkan Djani, nelayan di Rembang berharap soal cantrang Menteri Susi Pudjiastuti bisa mencabut keputusan itu serta melegalkan penggunaan alat tangkap cantrang di Indonesia. Mereka menilai aturan itu memberatkan nelayan di Rembang, karena sebagian besar merupakan nelayan cantrang.

"Kami menggantungkan hidup kepada cantrang. Jika penggunaan alat tangkap cantrang dilarang, maka akan berdampak pada keberlangsungan hidup nelayan di Rembang," ungkap Djani.

Nelayan juga berharap DPR RI bisa mewakili aspirasi masyarakat nelayan dengan menggunakan hak angketnya.

Menanggapi hal itu, anggota Komisi VI DPR RI, Abdul Wachid dari Fraksi Gerindra mengaku mendukung usaha warga Jawa Tengah untuk bisa melegalkan penggunaan cantrang. Ia menilai penggunaan cantrang oleh nelayan tidak akan merusak lingkungan termasuk ekosistem laut.

"Pada kapal nelayan kan ada GPS yang mendeteksi ada atau tidaknya karang dibawahnya. Mereka pasti akan menghindar kalau ada karang, karena cantrang bisa rusak kalau kena terumbu karang," kata Wachid.

Lebih lanjut ia mengaku akan mendukung penuh perjuangan warga untuk bisa kembali menggunakan alat tangkap cantrang. Keluhan yang disampaikan kepadanya akan ditindak lanjuti dengan mediasi bersama anggota DPR RI lainnya hingga diteruskan kepada Presiden dan Kementrian Kelautan dan Perikanan.

  • Nelayan Rembang Mengaku Alat Cantrang Tak Rusak Ekosistem Laut
    Foto: Arif Syaefudin/detikcom
  • Nelayan Rembang Mengaku Alat Cantrang Tak Rusak Ekosistem Laut
    Foto: Arif Syaefudin/detikcom

(bgs/bgs)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed