detikNews
Jumat 28 April 2017, 19:57 WIB

Polres Gunungkidul Ungkap Sabu dan Uang Palsu Rp 3,95 Juta

Usman Hadi - detikNews
Polres Gunungkidul Ungkap Sabu dan Uang Palsu Rp 3,95 Juta Foto: Barang bukti sabu/ Farhan detikcom
Yogyakarta - Polres Gunungkidul menangkap dua tersangka pemakai sabu dan seorang pembawa uang palsu (upal) sebesar Rp 3,9 juta. Sabu tersebut dikirimkan melalui jasa paket pengiriman yang di masukkan ke dalam stick playstation (PS).

Dua orang yang diamankan berinisial DA (20), warga Gunungkidul, dan AF (20), warga Tangerang, Banten. Sementara satu tersangka lagi berinisial FAA (23), warga Tangerang, Banten ditangkap karena membawa uang palsu (upal) Rp 3.950.000.

"Kasus ini terungkap saat Satuan Resnarkoba Polres Gunungkidul melakukan razia narkoba," ujar Kapolres Gunungkidul, AKBP Muhammad Arif Sugiyarto, di Mapolres di Jl Mgr Sugiyopranoto, Baleharjo, Wonosari, Jumat (28/4/2017)

Menurut Arif saat dilakukan penggeledahan di sebuah rumah di wilayah Kecamatan Gedangsari, ditemukan sabu-sabu 0,68 gram, dan 2 butir pil Riklona di dalam stick PS. Sementara dari tangan DA, ditemukan bong, alat hisap sabu. Dari tersangka FAA didapati upal Rp 3.950.000.

"Antara AF dan FAA sudah saling kenal. Mereka sedang liburan ke Gunungkidul," ungkap Arif.

Setelah dilakukan tes urine lanjut dia, mereka positif pemakai (narkoba). Petugas kemudian mengembangkan penyelidikan. Saat diperiksa, sabu tersebut akan dipakai sendiri.

"Mereka, kami tangkap pada hari Kamis (6/4/2017). Barang bukti sabu dikirimkan melalui jasa paket pengiriman yang dimasukkan ke dalam stick PS untuk mengelabui," katanya.

Atas perbuatannya ini, AF dan DA dijerat pasal 62 sub pasal 60 ayat (4), UU RI No 5 tahun 1997, tentang psikotropika, dan pasal 112 ayat (1) sub pasal 127 ayat (1) huruf (a), UURI No 35 tahun 2009, tentang narkotika. Sementara FAA dijerat Pasal 36 ayat (3) Juncto Pasal 26 ayat (3), UU nomor 7 tahun 2011, tentang mata uang.

Untuk perkara upal kata Arif, pihak kepolisian sampai sekarang masih terus berkoordinasi dengan Bank Indonesia (BI) Yogyakarta. Barang bukti juga sudah dikirim ke BI.

"Untuk kasus upal masih pendalaman, apakah sudah beredar di wilayah Gunungkidul atau belum," pungkas Arif.
(bgs/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed