Rawan Bencana, Bantul Gelar Simulasi Kesiapsiagaan

Rawan Bencana, Bantul Gelar Simulasi Kesiapsiagaan

Usman Hadi - detikNews
Rabu, 26 Apr 2017 16:15 WIB
Foto: Usman Hadi/detikcom
Bantul - Kabupaten Bantul merupakan salah satu kawasan rawan bencana alam. Oleh karena itu masyarakat dituntut untuk meningkatakan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul mengadakan simulasi bencana di 15 titik, serentak di wilayah ini. Simulasi ini sekaligus memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN) 2017.

"Bantul pernah mengalami bencana gempa bumi di tahun 2006. Masyarakat Bantul sudah bisa belajar dari peristiwa itu. Sekarang ini pemerintah berusaha untuk menyediakan prasarana untuk mendukung kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana," Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bantul, Dwi Daryanto, saat simulasi di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Trirenggo, Bantul, Rabu (26/4/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya simulasi serentak di15 titik itu untuk melatih kesadaran masyarakat. Apabila terjadi bencana alam, masyarakat sudah siap siaga menghadapi bencana tersebut dan mengetahui apa yang harus dilakukan.

Dwi mengatakan simulasi kali ini dilangsungkan mandiri masyarakat di setiap desa, maupun instansi. Dalam simulasi ini tidak ada pendampingan khusus, pihak BPBD hanya sebatas mendampingi.

"Simulasi ini secara mandiri, mereka melatih sendiri dan campur tangan pemerintah terbatas," katanya.

Menurutnya simulasi ini menjadi momentum untuk menggerakkan masyarakat terutama melatih dan meningkatkan kesadaran masyarakat, terkait penanggulangan bencana.
"Simulasi bencana dilakukan seperti keadaan yang sebenarnya terjadi. Sirine tanda gempa berpotensi tsunami, yang terpasang di sembilan titik sepanjang pantai selatan dinyalakan. Setelah itu warga berlatih bersama-sama," ungkapnya.

Dari 15 titik simulasi lanjut dia, terdapat empat sekolah yang ikut, SDN 1 Trirengo, Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Kretek, SD Muhammadiyah Bantul, dan SMA Muhammadiyah 1 Imogiri. Selain ada sejumlah instansi pemerintah yang ikut simulais seperti Pengadilan Negeri (PN) Bantul, Bank BPD Bantul, dan sembilan desa di Bantul. Sembilan bisa yang ikut simulasi yaitu Desa Parangtritis, Gadingsari, Srigading, Seloharjo, Wonolelo, Srimartani, Mangunan, Jatimulyo, dan Wukirsari.

"Skenarionya berbeda-beda. Ada yang simulasi gempa saja, terus gempa disertai longsor, dan gempa berpotensi tsunami," tuturnya.

Dia menambahkan untuk wilayah yang berdekatan dengan pesisir seperti SMA Negeri 1 Kretek, Desa Parangtritis Kecamatan Kretek, Desa Srigading, Desa Gadingsari Kecamatan Sanden diadakan simulasi gempa bumi plus tsunami. Selanjutnya Desa Wonolelo, Kecamatan Pleret, Desa Srimartani, Kecamatan Piyungan, Desa Mangunan, Desa Jatimulyo Kecamatan Dlingo dan Desa Wukirsari Kecamatan Imogiri simulasi gemba bumi dan longsor.

"Untuk SD Negeri 1 Trirenggo, PN Bantul, Bank BPD, SD Muhammadiyah Bantul, SMA Muhammadiyah 1 Imogiri, Desa Seloharjo Kecamatan Pundong simulasi gempa bumi," katanya. (bgs/bgs)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads