DetikNews
Senin 10 April 2017, 10:57 WIB

Street Art; Ketika Seniman Purwokerto Pameran Foto di Pagar Toko

Arbi Anugrah - detikNews
Street Art; Ketika Seniman Purwokerto Pameran Foto di Pagar Toko Pameran foto di pagar toko di Purwokerto, Banyumas (Foto: Arbi Anugrah/detikcom)
Banyumas - Dua orang laki-laki tampak menyorotkan cahaya senter, mereka terlihat serius mengamati satu demi satu foto yang terpasang di pagar seng berwarna hijau yang mengelilingi Kompleks Pertokoan Kebondalem, Kota Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah.

Puluhan foto yang mewakili 6 cerita yang berbeda itu dipamerkan oleh Kelompok Logawa dalam event bertajuk 'Logawa Bergerak Seri 2'. Pameran tersebut berlangsung sejak Senin (4/4) hingga waktu yang tidak ditentukan.

"Yang menjadi berbeda dari pameran ini adalah kemudahannya untuk diakses oleh siapapun. Ketika digelar di galeri, tidak semua orang bisa dan mau datang untuk melihat foto yang ditampilkan," kata Hieronimus K, salah peserta pameran, Rabu (5/4/2017).

Baca juga: Street Art; Melawan Kemapanan, Menjinakkan Keisengan

Event tersebut adalah upaya dari 6 fotografer dokumenter Purwokerto untuk mendekatkan fotografi pada masyarakat. Pameran tersebut digelar di jalan umum sebagai kritik pada Pemkab Banyumas atas ketiadaan ruang publik untuk berkesenian.

"Kesulitan yang dihadapi tentu berbeda. Di jalanan, foto tak terlindung sehingga mudah rusak karena cuaca. Ketiadaan pencahayaan yang memadai terutama saat malam hari juga membuat pengunjung harus menyalakan senter untuk dapat menikmati foto yang dipajang," ujarnya.

Baca juga: Mural Jembatan Lempuyangan, Street Art yang Tersisa di Yogyakarta

Street Art; Ketika Seniman Purwokerto Pameran Foto di Pagar TokoFoto: Arbi Anugrah/detikcom

Adapun mengenai materi foto, peserta menampilkan tema beragam. Mulai dari cerita tentang eks tapol, pos ronda, hingga keresahan atas rusaknya lingkungan.

Baca juga: Ada Jokowi Narik Becak dalam Street Art di Solo

Rahmi Azizah, salah seorang pengunjung, mengaku terinspirasi karena ternyata berkarya dan berpameran tidak terbatas oleh tempat. Jalanan ternyata juga mampu menjadi media untuk memajang karya.

"Biasanya orang nonton pameran di galeri atau gedung kesenian. Ternyata di jalanan seperti ini juga bisa dijadikan sebagai media pameran, meskipun resikonya foto yang dipamerkan rusak akibat terkena hujan," ujarnya.
(mbr/mbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed