DetikNews
Sabtu 02 Apr 2016, 08:19 WIB

Wali Kota Semarang 'Tantang' Warganya Main Game Anti Korupsi

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Wali Kota Semarang Tantang Warganya Main Game Anti Korupsi Foto: Screenshot Instagram
Jakarta - Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menantang warganya lewat akun instagram untuk bermain game di Android. Uniknya, tokoh game tersebut yaitu dirinya sendiri dengan format kartun animasi 2D.

"Akhirnya saya kurus *walau baru dalam game :) *yang pakai android bisa download game ini di android - mari #bergerakbersama mengembangkan Industri Kreatif di Kota Semarang - ada yang bisa ngalahkan score saya? :)" tulis Hendrar dalam akun instagramnya yang diposting hari Jumat (1/4/2016) kemarin.

Dalam postingan tersebut,  pria yang akrab disapa Hendi itu mendapatkan score 79 dari best score 92 dan memperoleh medali bronze. Ia juga menampilkan karakter dirinya yang berkaos merah dan celana putih.

Game Anti Korupsi (Screenshot aplikasi)


Game berjudul "Anti Korupsi" itu buatan Lavoro Indonesia sejak tahun 2014. Dari data pada Play Store, game tersebut terakhir diupdate bulan Desember 2014 dengan besar data 17,81 MB.

"Anti Korupsi" merupakan game sederhana yaitu berpacu dengan waktu untuk menghindari karung-karung berisi uang yang melambangkan gratifikasi atau uang korupsi. Caranya mudah, ketika sudah ditekan play, maka pemain harus tap di layar sisi kanan atau kiri untuk menghindari uang, bagian serunya adalah gamers diberi batasan waktu untuk mengumpulkan score sebanyak-banyaknya.

Dalam keterangan Lavaro Indonesia di Play Store, mereka membuat game tersebut karena Hendi layak jadi karakter karena dua kali memperoleh penghargaan ber-title gratifikasi award dari KPK tahun 2014 lalu.

"Figur Mas Hendrar Prihadi dipilih karena beliau saat ini telah dijadikan contoh untuk Indonesia bekerja bersih tanpa korupsi. Itu terbukti dengan penghargaan yang diterima 2 kali berturut-turut dari KPK," kata pihak Lavoro Indonesia.

Saat dikonfirmasi, Hendi mengatakan ketika game itu akan dibuat, ada pihak yang meminta izin agar dirinya dijadikan karakter. Ia pun menyetujui setelah mengetahui game tersebut bertujuan edukasi.

"Ya niatnya sebagai sarana game hiburan, memancing anak muda kreatif. Yang diambil tim itu temanya yang jadi komitmen bersama, mengajak semua berpikir memerintah bersih jujur, dan masyarakat juga," kata Hendi kepada detikcom, Sabtu (2/4/2016)

Ia berharap game tersebut setidaknya bisa mendukung kreatifitas pembuat game lokal sekaligus memberikan pendidikan anti korupsi sejak dini kepada anak-anak yang gemar main game.

"Jadi adik-adik tidak hanya game robot saja, tapi juga ada pemahaman tentang hidup yang baik," tandasnya.
(alg/imk)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed