6.495 Balita Alami Stunting, Dinkes Lebak: Ibu-ibu Senang Beri Makanan Instan

Fathul Rizqoh - detikNews
Selasa, 11 Jan 2022 11:14 WIB
Ditengah percepatan pembangunan infrastruktur, Indonesia justru masih bergelut dengan stunting. Angka terbesar stunting berada di Nusa Tenggara Timur, begini potretnya.
Foto: Ilustrasi stunting (Rifkianto Nugroho/detikcom).
Lebak -

Sebanyak 6.495 balita atau 6,38 persen anak di Kabupaten Lebak mengalami stunting pada 2021. Angka tersebut turun jika dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu 9.583 balita atau 9,26 persen.

Dari jumlah tersebut, kasus stunting paling banyak berada di Lebak Selatan. "Wilayah Lebak Selatan paling banyak anak stunting. Desa Sinanghati di Kecamatan Malimping, Desa Jatake di Pangarengan, Desa Cimanca di Kecamatan Bayah, Sawarna juga masih di Bayah, dan lainnya," kata Kabid Kesmas, Dinkes Lebak Nurul Isneini, Selasa (11/1/2022).

Hal ini terjadi lantaran asupan gizi yang diberikan kepada anak masih rendah. Nurul beralasan, ibu-ibu di pedesaan belum sepenuhnya mengerti pemberian gizi seimbang.

"Tau sendiri ibu-ibu lebih suka makan ikan asin, padahal Lebak Selatan punya potensi ikan yang melimpah. (Ibu-ibu) Lebih senang memberi makanan yang instan, padahal bisa masak sendiri," ujarnya.

Selain itu, kondisi sosial ekonomi, lingkungan kotor serta masalah pola asuh orang tua turut mempengaruhi kasus ini. "Semua harus bekerja sama. Pertanian dengan bibitnya, perternakan, perikanan dan sebagainya. Seluruh dinas punya tanggung jawab bersama. Kemudian para orang tua juga," paparnya.

Nurul menyebut pencegahan stunting tidak bisa dilakukan hanya kepada anak. Pencegahan stunting harus dilakukan sejak ibu hamil dan remaja puteri.

Oleh karena itu, ia meminta para ibu hamil dan remaja puteri lebih sadar akan asupan makanan kaya protein serta mengkonsumsi pil penambah darah.

"Iya betul kami fokus pantau ibu dan calon ibunya," tambahnya.

Lebih lanjut, ia menargetkan tahun 2022 kasus stunting di Kabupaten Lebak bisa terus menurun seperti tahun-tahun sebelumnya. "Targetnya harus turun di bawah 6,38 persen. Mungkin bisa 6 atau 5 atau 4 persen," pungkasnya.

(mso/bbn)