Pemprov Jabar Mulai Kesulitan Cari Warga yang Mau Divaksinasi COVID

Yudha Maulana - detikNews
Kamis, 09 Des 2021 18:37 WIB
Pemprov Jabar mulai kesulitan mencari yang mau vaksinasi
Pemprov Jabar mulai kesulitan mencari yang mau vaksinasi (Foto: Istimewa)
Bandung -

Ketua Divisi Vaksinasi COVID-19 Jawa Barat Dedi Supandi mengungkapkan, terjadi penurunan capaian vaksinasi menjelang akhir tahun 2021. Rata-rata vaksinasi di Jabar mencapai 162 ribu per hari pada November, angka itu menurun dari capaian bulan September yang mampu mencapai 464 ribu per hari.

Dedi mengatakan, hal itu bukan karena jumlah dosis vaksin yang kurang, tetapi mulai sulitnya menemukan masyarakat yang mau divaksinasi. Kondisi saat ini, Jabar surplus dua juta dosis vaksin.

"Mulai sulit menemukan masyarakat yang mau divaksinasi," ujar Dedi saat sharing sessions Outlook Jabar 2022 yang digelar Pokja PWI Gedung Sate di Bandung, Kamis (9/12/2021).

Kendala yang kedua, adalah masih ada kendala dalam administrasi kependudukan. Biasanya, kasus ini ditemukan pada lansia yang tinggal di desa-desa. "Pada saat mau dilakukan vaksin, puskesmas menolak jika tidak ada NIK," katanya.

Untuk mengatasi masalah administrasi, Dedi telah mengajukan agar dilakukan rapat koordinasi antara Dinas Sosial dan Disdukcapil di tingkat kabupaten/kota.

"Saya minta nanti, kalau roadshow bareng ke salah satu titik, pada orang itu mau divaksin tapi tidak punya NIK, ya bikin saja NIK-nya, pembuatan KTP sekaligus dengan vaksin. Karena puskesmas menolak jika tidak memiliki NIK. Karena bagaimanapun melakukan vaksin tidak akan masuk data jika tidak memiliki NIK," paparnya.

Rencana lainnya, adalah mewajibkan syarat vaksinasi bagi para penerima bantuan sosial (bansos).

"Saya pengen begitu dari sekarang. Jadi langkah langkah itu yang saya ingin sampaikan kepada Pak Gubernur," katanya.

Kendala ini, sebelumnya pernah diungkapkan Gubernur Jabar Ridwan Kamil beberapa waktu lalu. Setelah mendengarkan curhatan kepala daerah, rupanya sebagian masyarakat mengira bahwa pandemi telah berakhir.

"Tahap satu dari 70%, sudah mendekati 60% sekian, kalau skala Indonesia ini yang terbesar kita dorong kepala daerah. Kabupaten/kota itu mengalami dinamika kesulitan karena sebagian warga menganggap covid telah selesai, ngapain divaksin lagi itu, itu curhatan para kepala daerah," ujar Ridwan Kamil di Bandung, Jumat 3 Desember 2021.

Kang Emil --sapaan Ridwan Kamil-- mengatakan, oleh karena itu ia menekankan kepada para kepala daerah di Jabar untuk menetapkan syarat vaksinasi untuk berkegiatan di ruang publik, maupun syarat mendatangi acara, maupun menerima bantuan sosial.

"Kalau stok tidak ada masalah," ujar Kang Emil.

(yum/mud)