Round-Up

Siasat Sindikat Pembuat Kartu Prakerja Fiktif Rugikan Negara Miliaran Rupiah

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Selasa, 07 Des 2021 09:12 WIB
Pelaku utama pembuatan kartu prakerja fiktif ditangkap
Foto: Para pelaku pembuat kartu prakerja fiktif ditangkap (Dony Indra Ramadhan/detikcom).
Bandung -

Polda Jawa Barat membongkar praktik pembuatan kartu prakerja fiktif hingga bikin negara rugi miliaran. Data NIK untuk mendaftar kartu prakerja didapat dari hasil membobol website BPJS Ketenagakerjaan.

Sindikat ini dibongkar oleh Subdit 1 Indag Direktorat Reserse Kriminal Khusus yang dipimpin Kasubdit Kompol Andry Agustiano. Ada empat orang yang ditangkap, yakni pelaku utama BY ditangkap di Samarinda, kemudian empat lainnya AP, AE, RW dan WG ditangkap di Bandung.

Kasus ini diawali dengan banyaknya informasi kartu prakerja fiktif. Tim Subdit 1 Kemudian melakukan penyelidikan.

Tim kemudian berhasil mengamankan empat orang di Bandung. Tim melakukan pengembangan dan menangkap pelaku utama yang bertugas membobol data di BPJS Ketenagakerjaan untuk mendapatkan NIK yang digunakan registrasi kartu prakerja.

"Kasus berawal dari banyaknya patroli siber yang melihat ada dugaan pemalsuan kartu prakerja yang jadi prioritas pemerintah di mana pemerintah memberikan prioritas anggaran fantastis sehingga kami melakukan penyelidikan," ujar Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jabar Kombes Arief Rachman di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Senin (6/12/2021).

Arief menuturkan dalam perkara ini BY berperan signifikan. Dia mengambil data yang ada di website BPJS ketenagakerjaan yang nantinya NIK digunakan untuk mendaftar di kartu prakerja. Dia memastikan bila data NIK itu didapat dari BPJS Ketenagakerjaan bukan website Dukcapil.

"Data kependudukan ini didapatkan dari scrapping random dari BPJS Ketenagakerjaan bukan dari Dukcapil tapi dari website tersebut. Ini jadi penekanan dan hasil penyidikan maksimal," kata dia.

Pengambilan data tersebut dilakukan oleh BY dengan membuat script untuk scrapping secara random data NIK dan KK yang didapat dari website BPJS Ketenagakerjaan. BY mendapatkan total hasil data sebanyak 12.401.328 data dengan data NIK dan data foto yang berhasil diambil sebanyak 322.350. Data tersebut kemudian disimpan di penyedia VPS yang servernya di Amerika Serikat.

"Dari data tersebut, yang terverifikasi sistem sampai minta email sebanyak 50 ribu data. Kemudian sekitar 10 ribu akun yang bisa sampai tahapan mendapatkan OTP dari sistem," tutur dia.

BY juga kemudian membuat script untuk membuat KTP palsu dan email palsu secara massif. Dia kemudian mendaftarkan secara otomatis di dashboard website prakerja.

Data NIK, foto dan KTP palsu yang sudah teregister sebagai akun prakerja itu kemudian dikirimkan ke AP. Tersangka AP kemudian menggunakan data itu untuk mengikuti rangkaian pelatihan bersama tiga tersangka lain hingga mendapatkan sertifikat lolos pelatihan.

Uang dari kartu prakerja fiktif itu kemudian dimasukkan ke dalam e-wallet yang kemudian di transfer ke 11 rekening. Perbuatan mereka disebut telah mendapatkan keuntungan Rp 2,5 miliar hingga Rp 15,3 miliar.

Simak juga 'Kuasa Hukum Curigai Ada Sindikat Investasi Bodong EDCCash':

[Gambas:Video 20detik]



(dir/mso)