Jabar Hari Ini: Komplotan Perampok Bank Ditangkap-Sukabumi Ricuh Gegara Tarkam

Tim detikcom - detikNews
Senin, 06 Des 2021 21:12 WIB
Komplotan perampok bank di Karawang ditangkap
Foto: Komplotan perampok bank di Karawang ditangkap (Dony Indra Ramadhan/detikcom).
Karawang -

Beragam peristiwa terjadi di Jawa Barat hari ini. Mulai dari Polda Jabar berhasil mengungkap perampokan di Karawang hingga YouTuber Doni Salmanan lelang motor Harley untuk korban erupsi Gunung Semeru.

Pelaku Utama Sindikat Pembuatan Kartu Prakerja Fiktif Ditangkap

Polisi menangkap pelaku utama pembuatan kartu prakerja fiktif. Pelaku berinisial BY merupakan hacker yang menjebol data untuk mendapatkan nomor NIK guna dijadikan kartu prakerja.

Sindikat ini dibongkar oleh Subdit 1 Indag Direktorat Reserse Kriminal Khusus yang dipimpin Kasubdit Kompol Andry Agustiano. Empat orang pelaku berinisial AP, AE, RW dan WG dibekuk di salah satu hotel di Kota Bandung lebih awal.

"Tidak berhenti di sana kami amankan dan lakukan penyelidikan ditemukan bahwa pelaku utama nggak ada di situ, dia ada di satu titik luar pulau. Kami lakukan pengejaran dalam waktu tiga hari kita tangkap dan amankan BY sebagai pelaku ilegal akses," ucap Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jabar Kombes Arief Rachman di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung hari ini.

BY sendiri ditangkap oleh tim penyidik Subdit Satu di daerah Samarinda, Kalimantan. Dalam praktik ini, BY diketahui berperan sebagai hacker.

Dia menjebol website BPJS ketenagakerjaan untuk mendapatkan NIK yang kemudian diserahkan ke empat pelaku untuk diregister ke website prakerja.

"Di sini ada ilegal akses dan identity thief dan ilegal authorization," katanya.

Perbuatan sindikat ini menyebabkan kerugian negara hingga miliaran. Total ada lima tersangka yang ditangkap polisi. Kelimanya yakni BY, AP, RY, AW dan WG. Empat orang ditangkap di Bandung sedangkan BY ditangkap di Samarinda.

"Kasus berawal dari banyaknya patroli siber yang melihat ada dugaan pemalsuan kartu prakerja yang jadi prioritas pemerintah di mana pemerintah memberikan prioritas anggaran fantastis sehingga kami melakukan penyelidikan," ujar Arief.

Arief menuturkan dalam perkara ini BY berperan signifikan. Dia mengambil data yang ada di website BPJS ketenagakerjaan yang nantinya NIK digunakan untuk mendaftar di kartu prakerja. Dia memastikan bila data NIK itu didapat dari BPJS Ketenagakerjaan bukan website Dukcapil.

"Data kependudukan ini didapatkan dari scrapping random dari BPJS Ketenagakerjaan bukan dari Dukcapil tapi dari website tersebut. Ini jadi penekanan dan hasil penyidikan maksimal," kata dia.

Pengambilan data tersebut dilakukan oleh BY dengan membuat script untuk scrapping secara random data NIK dan KK yang didapat dari website BPJS Ketenagakerjaan. BY mendapatkan total hasil data sebanyak 12.401.328 data dengan dara NIK dan data foto yang berhasil diambil sebanyak 322.350. Data tersebut kemudian disimpan di penyedis VPS yang servernya di Amerika Serikat.

"Dari data tersebut, yang terverifikasi sistem sampai minta email sebanyak 50 ribu data. Kemudian sekitar 10 ribu akun yang bisa sampai tahapan mendapatkan OTP dari sistem," tutur dia.

BY juga kemudian membuat script untuk membuat KTP palsu dan email palsu secara massif. Dia kemudiaj mendaftarkan secar otomatis di dashboard website prakerja.

Data NIK, foto dan KTP palsu yang B sudah teregister sebagai akun prakerja itu kemudian dikirimkan ke AP. Tersangka AP kemudiaj menggunakan data itu untuk mengikuti rsngkaian pelatihan bersama tiga tersangka lain hingga mendapatkan sertifikat lolos pelatihan.

Uang dari kartuprakerja fiktif itu kemudian dimasukkan ke dalam e-wallet yang kemudian di transfer ke 11 rekening. Perbuatan mereka disebut telah mendapatkan keuntungan Rp 2,5 miliar hingga Rp 15,3 miliar.