PVMBG Mencatat Gunung Semeru 2 Kali Gugurkan Awan Panas Hari Ini

Wisma Putra - detikNews
Minggu, 05 Des 2021 17:14 WIB
Aktivitas Gunung Semeru masih terus dipantau usai erupsi pada Sabtu (4/12) lalu. Warga pun diminta waspada potensi awan panas-lahar dingin dari aktivitas Semeru
Foto: Luncuran awan panas di Gunung Semeru (ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto).
Bandung -

Guguran awan panas Gunung Semeru kembali terjadi pada Minggu (5/12/2021). Kepala Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Andiani mengatakan dari pantauan terjadi dua kali letusan awan panas.

"Sejak terjadi guguran awan panas kemarin sore, guguran awan panas masih terjadi pada hari ini, pada pukul 05.13 WIB dan pukul 10.00 WIB pagi tadi. Dengan intensitas dan jarak luncur yang lebih berkurang dari pada kemarin," katanya dalam konferensi pers via daring.

Dia menyebut guguran awan panas di Gunung Semeru sudah terjadi sejak Rabu (1/12/2021). Pada saat itu terjadi guguran awan panas dengan jarak luncuran sejauh 700 meter dari ujung aliran lava.

"Kejadian awan panas yang terjadi pada 4 Desember 2021 sebenarnya kejadian sudah dimulai 1 Desember 2021 dan pada hari itu terjadi awan panas guguran dengan jarak luncur 1.700 meter dari puncak atau 700 meter dari ujung aliran lava dengan arah luncuran ke tenggara," ungkapnya.

Andiani menuturkan saat terjadi guguran awan panas pada Rabu (1/12) lalu itu tidak terlihat. Pasalnya, saat itu kondisinya tertutup kabut.

"Pasca kejadian awan panas, terjadi guguran lava dengan jarak dan arah luncur tidak teramati. Jadi pas waktu kejadian itu secara fisik pengamatan yang dilakukan tidak dapat kita lihat karena tertutup kabut," tuturnya.

Kemudian, pada Sabtu (4/12) sore kemarin saat Gunung Semeru erupsi guguran awan panas nampak membubung tinggi ke atas langit.

"Pada 4 Desember pukul 13.30 WIB terekam getaran banjir, kemudian pada Pukul 14.50 WIB teramati awan guguran dengan jarak luncur 4 kilometer dari puncak atau 2 kilometer dari ujung lava ke arah tenggara atau besuk grobogan, tetapi sebaran dan jarak luncur belum dapat dipastikan," jelasnya.

Andiani mengungkapkan letusan awan panas kembali terjadi dua kali hari ini. "Selain kejadian 4 Desember kemarin pada pukul 13.30 WIB, kejadian ini terulang lagi pada pagi tadi jam 5 dan jam 10 dengan jarak luncur tidak sejauh seperti yang kemarin," katanya.

Penanganan yang sudah dilakukan, yakni melakukan pemantauan selama 24 jam dalam satu hari dan setiap 6 jam hasil pemantauan dilaporkan. Dan teman-teman pengamat gunung api pun memiliki WhatsApp Group dengan teman-teman daerah terutama stakeholder yang berkaitan dengan gunung berapi.

"Selain itu pemberian informasi peringatan dini juga kami lakukan melalui platform aplikasi Magma Indonesia, kemudian website PVMBG dan WhatsApp Group Semeru yang mengundang muspika, relawan, pemda danlainnya," ujarnya.

"Hasil evaluasi aktivitas Gunung Semeru juga tiap 15 hari kami sampaikan kepada stakeholder dan kami lakukan press confrens dengan kepala BNPB dan memberikan penjelasan kepada media," pungkasnya.

Simak Video 'Detik-detik Tim SAR Temukan Korban Erupsi Gunung Semeru':

[Gambas:Video 20detik]



(wip/mso)