Wagub Uu Kutuk Aksi Pria Aniaya Bocah Disabilitas di Sukabumi

Yudha Maulana - detikNews
Sabtu, 04 Des 2021 17:28 WIB
Ilustrasi kekerasan anak Bullying
Ilustrasi kekerasan anak (Ilustrator: Edi Wahyono/detikcom)
Sukabumi -

Pemprov Jabar mengutuk aksi penganiayaan yang menimpa bocah disabilitas di Buniasih, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi. Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum berharap pelaku diberi hukuman seberat-beratnya.

"Kami sangat menyayangkan terhadap penganiayaan tersebut, diharapkan ini kasus yang pertama dan terakhir, pelaku tidak punya sifat kemanusiaan apalagi sebagai makhluk yang beriman, menyayangi dan mengasihi. Tak hanya kepada mereka (disabilitas), tapi siapa pun apalagi terhadap disabilitas," ujar Uu usai acara JAPRI Hari Disabilitas Internasional di Gedung Sate, Kota Bandung, Sabtu (4/12/2021).

"Kami pertanyakan keimanan pelaku, tentang sosial dan nuraninya. Pemprov Jabar jelas mengutuk dan (pelaku) harus ditindak secara hukum," ujar Uu.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Sosial Jawa Barat Dodo Suhendar mengatakan, masih ada yang memandang jika penyandang disabilitas sebagai kaum yang marjinal. Bukan hanya penyiksaan secara fisik, disabilitas juga kerap menjadi objek eksploitasi segelintir pihak.

"Kami sangat menyayangkan dan mengutuk perbuatan tersebut, tentu tindakan berikutnya kami melalui DP3AKB akan melakukan langkah-langkah untuk (meninjau) aspek kesehatan dan psikisnya, tentu nanti akan dikirim ke panti sosial yang membina disabilitas," ujar Dodo.

Sebelumnya, bocah penyandang disabilitas berusia 12 tahun di Sukabumi menjadi korban penganiayaan keji tetangga sendiri. Korban mengalami luka akibat kuku jari kakinya dicopot pelaku, tidak hanya itu bekas sundutan rokok juga membekas di bibir korban. Polisi sudah menangkap pelakunya.

Peristiwa memilukan itu awalnya sempat sulit terungkap, pasalnya korban kesulitan dalam berkomunikasi baik dengan keluarga maupun pihak kepolisian terkait kejadian yang menimpanya.

Menteri Sosial Tri Rismaharini juga telah memberikan atensinya terhadap korban. Risma yang mendatangi rumah korban menyampaikan rasa empatinya dan akan membawa korban dan kakeknya ke panti sosial khusus disabilitas.

(yum/bbn)