Jabar Banten Hari Ini: Bocah Disabilitas Dianiaya-Jalan Warga Diblokir

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 03 Des 2021 21:14 WIB
Ilustrasi Kekerasan Anak
Ilustrasi kasus kekerasan anak (Ilustrator: Edi Wahyono)
Bandung -

Kasus kematian Sarah yang dibunuh pria Arab direkonstruksi Polres Cianjur. Kabar lainnya, seseorang di Lebak memblokir jalan yang selama ini dilewati warga.

Berikut rangkuman Jabar hari ini, Jumat (3/12/2021).

Pria Pembunuh Sarah Lakoni Rekonstruksi

Polisi menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan Sarah (21) oleh Abdul Latif (48) pria berkebangsaan Arab Saudi di Mapolres Cianjur, Jumat (3/12/2021). Sesaat sebelum rekonstruksi, petugas membawa pelaku ke salah satu ruangan sambil menunggu reka ulang adegan dimulai.

Ketika berjalan tersangka menutup muka menghindari sorotan kamera wartawan. Bahkan tersangka dan penasihat hukumnya sampai meminta rekonstruksi digelar secara tertutup.

"Rekonstruksi tertutup, ini berdasarkan permohonan dari tersangka dan penasehat hukumnya," kata dia Kapolres Cianjur AKBP Doni Hermawan, Jumat (3/12/2021).

Menurutnya dalam rekonstruksi sebanyak 42 adegan mulai dari pelaku membeli air keras melalui toko online, aksi penyiraman, hingga pelaku kabur ke bandara direka ulang.

Tetangga Aniaya Bocah Disabilitas

Bocah penyandang disabilitas berusia 12 tahun di Sukabumi menjadi korban penganiayaan keji tetangga sendiri. Korban mengalami luka akibat kuku jari kakinya dicopot pelaku, tidak hanya itu bekas sundutan rokok juga membekas di bibir korban.

Peristiwa memilukan itu awalnya sempat sulit terungkap, pasalnya korban kesulitan dalam berkomunikasi baik dengan keluarga maupun pihak kepolisian terkait kejadian yang menimpanya.

Polisi pun menangkap seorang pria berusia 50 tahun yang menganiaya bocah disabilitas tersebut. Pria itu mengakui perbuatannya. Polisi masih mendalami motif pria itu menganiaya bocah disabilitas.

"Alasannya keheul (kesal) ke korban dan dia sudah mengakui perbuatannya. Pemeriksaan masih belum selesai, masih cari BB (barang bukti) pengakuannya dia menggunakan alat pencabut (saat menganiaya korban)," ujar Kapolsek Tegalbuleud Iptu Deni.

Hotel-Kafe Dilarang Gelar Pesta Tahun Baru

Pemkot Bandung melarang perayaan tahun baru 2022. Sanksi menanti apabila tempat hiburan hingga hotel menyelenggarakan pesta tahun baru.

"Pelarangan acara pergantian tahun baru di hotel, kafe dan tempat hiburan," ucap Wali Kota Bandung Oded M Danial di Balai Kota Bandung, Jumat (3/12/2021).

Oded mengatakan larangan itu merujuk pada instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 63 tahun 2021 tentang pemberlakuan PPKM Level 3, 2 dan 1 di wilayah Jawa dan Bali.

Elemen Pemuda Dukung Ridwan Kamil Maju Pilpres

Elemen pemuda di Jawa Barat mendorong Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil untuk maju Pilpres 2024. Mereka yang menamai diri Relawan Kebangsaan (RK24) itu menilai RK figur alternatif dalam persaingan Pilpres 2024.

"Relawan Kabangsaan 24 hadir untuk mendukung dan bekerja keras memenangkan Ridwan Kamil pada ajang Pilpres 2024 mendatang. Para relawan ini ingin menorehkan keberhasilan RK di level nasional," ujar pengagas RK24 Asep Komarudin dalam keterangannya, Jumat (3/12/2021)

Asep menuturkan dukungan terhadap Kang Emil sapaan Ridwan Kamil beralasan. Dia menilai, Kang Emil merupakan salah satu figur yang saat ini cocok untuk masuk bursa Capres

Jalan Diblokir Diduga Gegera Pilkades

Pilkades di Pandeglang yang sudah usai berbuntut panjang dan diduga memicu polemik antarwarga yang berujung pemblokiran jalan di Desa Cigeulis. Akses tersebut diblokir oleh seseorang dengan membuat fondasi untuk pembangunan rumah baru.

Kepala Desa Cigeulis Anto Wiryo sudah mengetahui aksi pemblokiran jalan itu. Pihak desa pernah memanggil orang yang mengklaim kepemilikan tanah, namun dia tetap melanjutkan pembangunan rumah di atas jalan tersebut.

Setelah Anto telusuri, polemik penutupan itu diduga bermuara dari proyek pembebasan lahan saat pembangunan jalan itu dilaksanakan puluhan tahun lalu. Anto kaget, usai Pilkades serentak 2021, orang yang mengklaim tanah ternyata malah membuat fondasi rumah hingga menutup jalan di desanya.

"Kalau memang tanah punya dia ini belum dibebasin, harusnya dari dulu bangun rumahnya di sini. Ini mah kan kayak sabotase, sudah pilkades beres malah bangun fondasi rumah sampe jalannya tertutup," kata Anto menambahkan.

(bbn/mud)