Coletot, Paduan Lezat Peyeum Bandung dan Gatot Yogyakarta

Yudha Maulana - detikNews
Jumat, 03 Des 2021 08:26 WIB
Coletot, paduan makanan khas Jawa Barat dan Yogyakarta.
Foto: Coletot, paduan makanan khas Jawa Barat dan Yogyakarta (Istimewa).
Bandung -

Apa jadinya jika colenak khas Bandung, Jawa Barat dikawinkan dengan gatot khas Yogyakarta? Pertanyaan itu dijawab oleh Chef Hardian Eko Nurseto melalui kudapan Coletot. Kudapan fusion ini rasanya manis dan sedikit asam yang berasal dari peuyeum atau singkong yang difermentasi.

Keunikan coletot tak hanya dari segi rasa, tetapi kaya tekstur. Gatot yang kenyal, dipadukan dengan peuyeum yang manis sedikit asam tapi empuk. Coletot dihidangkan dengan kue semprong, sehingga tak hanya kenyal dan empuk di mulut, tapi juga renyah.

Hardian mengatakan bahwa terciptanya Coletot dilatarbelakangi ide untuk menggabungkan dua kebudayaan. Di sisi lain, ia ingin mengenalkan kembali potensi olahan makanan fermentasi. Sajian ini juga dihidangkan dengan es krim sebagai penyeimbang rasa.

"Melalui singkong, nenek moyang kita itu mengembangkan teknologi fermentasi gitu untuk mengolah makanan. Nah, si teknologi fermentasi ini kita bisa lihat tergantung sama kebudayaannya. Di Sunda itu jadinya peyeum, sama-sama singkong deh difermentasi jadi peuyeum. Di yogja jadinya gatot," ujar Hardian dalam keterangan resmi Pemprov Jabar, Jumat (3/12/2021).

"Nah saya coba blend kan dua kebudayaan itu. Citarasa gatot ini kan kenyal ya, sementara peyeum itu dia manis tapi empuk. Saat disatukan, ada tekstur yang menarik gitu, jadi selain tekstur ada empuk, ada kenyal, ada saya bikin semprong di atasnya itu juga untuk ngasih tekstur lain di hidangan ini," ujar Hadian melanjutkan.

Nama coletot sendiri diberikan Gubernur Jabar Ridwan Kamil dalam kunjungan acara Jabar Motekar di Jogja Museum Nasional (JMN), Rabu (1/12) lalu. Nama itu terinspirasi dari perpaduan nama colenak dan gatot.

"Saya kasih nama Coletot. Ini makanan enak, cocok dimakan sore hari. Nanti saya minta ini ada di Gedung Pakuan (Rumah Dinas Gubernur Jawa Barat)," kata Ridwan Kamil.

"Saya kasih nilai 9 untuk makanan ini. Ini hasil kolaborasi dua makanan khas daerah yang dieksekusi dengan baik. Rasa manisnya pas. Coletot ini lahir dari gabungan budaya Sunda dan Jawa. Rasa bintang lima harga kaki lima," ujarnya.

Di tempat yang sama, G.K.R Bendara pun mengaku puas dengan hasil inovasi makanan yang diberi nama Coletot tersebut. Senada dengan Ridwan Kamil, menurut dia, Coletot cocok dengan lidah orang Indonesia.

Putri bungsu atau anak kelima dari pasangan Sri Sultan Hamengkubuwono X dan GKR Hemas itu bahkan meminta porsi tambahan. "Saya kasih nilai 9,5 kalau ada porsi tambahan," ujar G.K.R Bendara sambil tertawa.

(yum/mso)