Penetapan Pemenang Lelang Pengelola Pasar Baru Bandung Dipertanyakan

Yudha Maulana - detikNews
Kamis, 02 Des 2021 19:47 WIB
Sejumlah kios di Pasar Baru Trade Center Kota Bandung ditinggalkan para pemiliknya. Hal itu disebabkan perekonomian di Pasar Baru belum stabil akibat pandemi COVID-19.
Pasar Baru Bandung (Foto: Wisma Putra)
Bandung -

Keputusan Perumda Pasar Juara Kota Bandung yang menetapkan PT DAM Sawarga Maniloka Jaya sebagai pemenang lelang pengelola Pasar Baru Trade Center Kota Bandung menimbulkan tanda tanya dari konsorsium (KSO) pengadaan mitra kerja sama investasi (PMKSI) Pasar Baru.

Dalam keterangan resminya, salah satu anggota KSO menyebut pernyataan Dirut Perumda Pasar Juara Kota Bandung Herry Hermawan tidak valid.

Hal itu merujuk kepada Surat Keputusan PJPK (Penanggung Jawab Proyek Kerjasama) 912/18/16.05/TAP.PEM.PMKSI/PIPK/IV/2021 tanggal 15 April 2021 tentang Penetapan Pemenang Penunjukkan Langsung PMKSI pada Proyek Kerja Sama Investasi Penyediaan Infrastruktur Pasar Baru Trade Center.

Masih dalam pernyataan yang sama, seharusnya pemenang penunjukan langsung adalah KSO DUP-WSKT-MPI-ARK (PT.DAM Utamasakti Prima PT Waskita Karya-PT Multipratama Indahraya-PT Arkonin).

"Tidak ada nama perusahaan PT. DAM Sawarga Maniloka Jaya di dalam KSO. Jadi, pernyataan PJPK tidak benar," tulis pernyataan resmi tersebut.

Pihaknya pun menyayangkan pernyataan Perumda terkait penetapan pemenang lelang dan pembentukan badan usaha pengelola pada 18 Oktober lalu. "Ini pun tanggal penetapan pemenang lelang yang benar bukan 18 Oktober 2021, namun 15 April 2021 dengan SPPL (Surat Penunjukkan Pemenang Lelang) tanggal 19 April 2021 o.912/18/17.05/SPPL.PMKSI/IV/2021," tulisnya.

"Kemudian mengenai kepanjangan singkatan BUP bukan Badan Usaha Pengelola tapi Badan Usaha Pelaksana berdasarkan Peraturan Direksi PD Pasar Bermartabat no. 027/Per.02e- PD.PB/2020, karena masing-masing bermakna berbeda. Pengelola adalah sekedar mengelola, namun Pelaksana adalah Konsorsium dari beberapa perusahaan yang memiliki kompetensi berbeda untuk melaksanakan kegiatan Perencanaan, konstruksi, Pengelolaan dan Investasi," tulisnya.

Yang ketiga, terkait pernyataan Perumda terkait KSO yang dibentuk dari empat perusahaan yang menjadi PT DAM Sawarga Maniloka Jaya yang menjadi BUP. Sebelumnya Perumda menyebut di balik perusahaan itu ada nama PT DAM Utama Prima Sakti, M Iriawan (Ketua PSSI), TB Hasanuddin (Anggota DPR RI) dan Sutrisno.

"Karena pada kenyataannya empat perusahaan yang memenangkan lelang dan tergabung dalam KSO: DUP-WSKT-MPI-ARK tidak pernah membuat kesepakatan bersama terkait pembentukan BUP menjadi PT.DAM Sawarga Maniloka Jaya. Bahkan di dalam KSO 4 perusahaan tersebut tidak tercantum nama 4 pengusaha Bandung kecuali hanya Fandam Darmawan sebagai Direktur PT.DUP," tulisnya.

"Jadi, pembentukan BUP bernama PT.DAM Sawarga Maniloka Jaya tidak sesuai dengan Perdir PDPB no. 027/Per.02e-PD.PB/2020 sehingga dapat dikatakan tidak sah. Hal ini perlu dilakukan klarifikasi agar masyarakat tidak tersesatkan oleh informasi yang tidak benar, apalagi yang mempublikasikannya adalah PJPK alias Dirut Perumda Pasar Herry sebagai pimpinan BUMD tersebut," pungkas pernyataan tersebut.

Sebelumnya diberitakan, Dirut Perumda Pasar Juara Kota Bandung Herry Hermawan menyebut jika pemilihan pemenang tender ini sesuai prosedur. Perjanjian kerjasama (PKS) dengan pemenang lelang akan dilakukan, 10 Desember 2021 mendatang. Perjanjian ini akan dilakukan langsung Wali Kota Bandung Oded M Danial.

"Kita akan tanda tangan PKS InsyaAllah kalau tidak ada halangan Pak Wali Kota Bandung Tanggal 10 Desember. Kita akan menyaksikan, penandatanganan PKS, pengelolaan Pasar Baru," ungkapnya.

Menurutnya, proses lelang ini sudah melalui prosedur yang berlaku. Sebelum diumumkan ada 30 calon yang ingin mengikuti lelang ini. "Sudah sesuai prosedur, setelah PKS, 3 tahun masa pembangunan, kemudian masa pengelola selama 20 tahun sesuai dengan ketentuan BOT (Build Operate Transfer)," tuturnya.

(yum/mud)