Jalan Layang Pasupati Bandung, Sejarah dan Ciri Khasnya

Wisma Putra - detikNews
Kamis, 02 Des 2021 08:21 WIB
Jalan Layang Pasupati
Jalan Layang Pasupati (Foto: Wisma Putra/detikcom)
Bandung -

Jalan Layang Pasupati tak asing lagi bagi warga Kota Bandung. Akses di tempat tersebut sempat lumpuh saat buruh menggelar aksi jalan kaki menuju depan Gedung Sate menuntut kenaikan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) 2022, pada Selasa (30/11/2021)

Pasupati merupakan singkatan dari Pasteur Surapati. Ya, karena jalan layang ini menghubungkan dua jalan utama di Kota Bandung yaitu Jalan Pasteur dan Jalan Surapati. Dari prasasti yang terpasang, Jalan Layang Pasupati diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 12 Juli 2005.

Jalan Layang PasupatiJalan Layang Pasupati ini diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. (Foto: Wisma Putra/detikcom)

Jalan Layang Pasupati melintasi lembah Sungai Cikapundung yang membentang dari utara ke timur. Panjang jalan layang ini sekitar 2,8 kilometer dan lebar jalan 30-60 meter.

Pemandangan Kota Bandung terlihat dari atas jalan atau saat kendaraan melintasi jalan layan tersebut. Sewaktu lewat pada malam hari, Jembatan Layang Pasupati dilengkapi lampu sorot yang menambah keindahan. Ciri khas Jalan Layang Pasupati ini berupa kabel yang menopang jembatan.

Dikutip dari laman resmi Humas Pemkot Bandung, Jalan Layang Pasupati ini diklaim sebagai jalan layang pertama di Indonesia yang menerapkan teknologi antigempa berupa perangkat bernama lock up device (LUD). Perangkat tersebut terdiri 76 unit yang dibuat di Perancis.

Selain itu, jalan layang ini dilengkapi cable stayed atau jembatan tanpa kaki sepanjang 161 meter yang melintang di atas lembah Cikapundung. Kokohnya jalan layang ini ditopang 19 kabel baja terdiri 10 kabel sebelah barat dan 9 kabel sebelah timur.

Setiap kabel isinya 91 kabel kecil yang masing-masing kabel kecil itu terdiri dari tujuh kabel yang lebih kecil lagi. Sepuluh kabel yang dipasang di sebelah barat dibuat berpasangan.

Jembatan PasupatiJalan Layang Pasupati (Foto: dok.detikcom)

Jalan Layang Pasupati merupakan fly over terpanjang di Kota Bandung. Sekadar diketahui, selain Pasupati itu ada juga Jalan Layang Kiaracondong, Jalan Layang Antapani, Jalan Layang Jakarta-Supratman dan Jalan Layang Laswi-Pelajar Pejuang 45. Kini pun di Kota Badung tengah dibangun Jalan Layang Kopo.

Bukan hanya Jalan Braga, Jalan Asia Afrika dan Gedung Sate saja, Jalan Layang Pasupati telah menjadi ikon Kota Bandung. Tak jarang juga, produk fesyen, UMKM, dan kuliner menggunakan gambar fly over ini sebagai ikon produk.

(wip/bbn)