Pemkab Cianjur Bentuk Satgas Nikah Siri dan Kawin Kontrak

Ismet Slamet - detikNews
Rabu, 01 Des 2021 14:44 WIB
Bupati Cianjur Herman Suherman
Herman Suherman (Foto: Yolanda)
Cianjur -

Bupati Kabupaten Cianjur, Herman Suherman mengklaim sudah membentuk Tim Satgas nikah siri dan kawin kontrak. Hal itu dilakukan agar perempuan terlindungi dan kasus Sarah yang dibunuh pria Arab tak terulang.

"Tim yang terlibat yakni mulai dari Camat, kepala desa, RW, RT, hingga tokoh masyarakat di setiap wilayah," ujar Herman, Rabu (1/12/2021).

Menurutnya, tim tersebut bertugas untuk mensosialisasikan serta melakukan pengawasan tentang dampak negatif dari nikah siri hingga larangan kawin kontrak.

"Sudah jelas kalau kawin kontrak kita ada Peraturan Bupati (Perbup) yang wajib disosialisasikan kepada masyarakat. Malah kita lebih kuat ada tim sosialisasi. Tapi tidak hanya kawin kontrak, nikah siri juga harus disosialisasikan dampaknya supaya bisa diminimalisir,"ungkapnya.

Herman mengaku, saat ini tim penanganan kawin kontrak sudah mulai berjalan, namun belum maksimal akibat pandemi Covid-19.

"Kita sudah jalan, namun kemarin ada Covid-19 kita berhenti dulu. Tapi kita dengan status Cianjur sekarang yang mulai membaik kita maksimalkan lagi," ucap dia.

Dia berharap dengan peran serta semua pihak perlindungan terhadap kaum perempuan bisa maksimal, tidak ada lagi nikah siri ataupun kawin kontrak yang praktiknya banyak merugikan kaum perempuan.

"Saya juga berharap tidak ada lagi kasus seperti Sarah. Baik pelaku kekerasannya WNA ataupun warga lokal. Para pelaku kekerasan pun harus disanksi tegas agar memberikan efek jera dan warning pada yang lainnya," pungkasnya.

(mud/mud)