Jabar Hari Ini: Buruh Tolak Jumpa Wagub-Pria Ngamuk Tewas Dikeroyok

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 30 Nov 2021 20:34 WIB
Ilustrasi penganiayaan (dok detikcom)
Foto: Ilustrasi pengeroyokan (dok detikcom)
Bandung -

Massa buruh kembali menggeruduk Gedung Sate guna mengawal penetapan UMK 2022. Selain itu, pria mabuk di Tasikmalaya tewas dikeroyok.

Berikut rangkuman Jabar hari ini, Selasa (30/11/2021).

Geruduk Gedung Sate Lagi, Buruh Tolak Bertemu Wagub Jabar

Ribuan buruh dari berbagai serikat pekerja di Jabar menolak beraudiensi dengan Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (30/11/2021). Mereka menilai pertemuan dengan Wagub tak akan menghasilkan keputusan apapun.

"Kita akan diterima oleh wakil gubernur jam satu, cuma kita menolak karena Wagub hanya bisa mengirimkan aspirasi kepada gubernur. Aksi ini bukan hari ini saja, tapi berulang-ulang artinya aspirasi dan rekomendasi sudah disampaikan," ujar Ketua KSPSI Jabar Roy Jinto di depan Gedung Sate.

"Rapat pleno di dewan pengupahan sudah digelar, tinggal ketuk palu oleh gubernur, tidak ada namanya SK Wagub, adanya SK gubernur, kita berharap bisa bertemu dengan Gubernur Jabar, kita menolak dengan wagub karena hanya menyampaikan aspirasi saja, tidak menyelesaikan persoalan," kata Roy melanjutkan.

Bandung PPKM Level 2

PPKM Level 2 saat ini masih disandang Kota Bandung. Satpol PP Kota Bandung bersiap memperketat protokol kesehatan (prokes) menjelang libur natal dan tahun baru (nataru).

"Masih Level 2 Kota Bandung, sampai tanggal 13 sesuai Inmendagri 63. Nanti Inmendagri (baru) mulai 24 Desember sampai 2 Januari 2021, baru berlaku Level 3," kata Kasatpol PP Kota Bandung Rasidan di Balai Kota Bandung, Selasa (30/11/2021).

Rasdian berujar pada libur nataru bakal dilakukan pengetatan prokes yang diawasi oleh Gugus Tugas COVID-19 Kota Bandung. "Pengetatan, di tempat ibadah, pusat perbelanjaan dan di wisata," ujarnya.

Eks Suami Tuduh Valencya Buat Prank KDRT

Chan Yu Ching membantah dirinya melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap Valencya. Dia justru menuding mantan istrinya itu melakukan lelucon atau prank.

Tudingan itu disampaikan Chan Yu Ching melalui pengacaranya saat membacakan nota pembelaan atau pleidoi dalam sidang lanjutan perkara tersebut di Pengadilan Negeri (PN) Karawang, pada Selasa (30/11/2021). Chan Yu Ching duduk sebagai terdakwa.

"Kita semua juga mesti berhati-hati agar tidak kena prank atau lelucon dalam perkara ini. Kita pernah tahu ada prank terkait bantuan covid senilai Rp 2 triliun. Kita juga mengetahui ada prank tentang orang hilang digondol makhluk halus," Hotma Raja Bernard Nainggolan, pengacara terdakwa, saat membacakan pleidoi.

"Karena itu kita semua wajib meneliti dan mencermati secara utuh perkara ini agar jangan sampai terkena prank tentang istri dituntut penjara karena memarahi suami mabuk dan prank tentang penelantaran keluarga padahal istri menguasai dan mengelola aset berupa harta bersama senilai Rp 30 M," ujar Hotma menambahkan.

Polda Jabar Belum Terima Pengajuan Izin Reuni 212 di Bogor

Polda Jawa Barat menegaskan belum menerima pengajuan izin kegiatan reuni 212 yang rencananya digelar di Masjid Az Zikra Sentul, Kabupaten Bogor, Jabar. Reuni yang awalnya hendak digelar di Jakarta tersebut dipindah ke Bogor.

"Belum ada kabar, belum ada pengajuan izin," ucap Kabid Humas Polda Jabar Kombes Erdi A Chaniago saat dikonfirmasi, Selasa (30/11/2021).

Erdi menyatakan pihaknya juga masih menunggu kepastian lokasi acara tersebut. Sejauh ini, belum ada kepastian acara yang akan digelar PA 212 itu.

"Kita masih menunggu kepastiannya apakah memang dilakukan di sana atau tidak," kata dia.

Warga Tasik Tewas Dikeroyok Usai Mengamuk

Uci Sanusi Pane (50) tewas diamuk warga di Kecamatan Cikalong, Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (30/11/2021) dini hari. Warga kesal dengan korban yang buat onar.

"Benar ada kasus penganiayaan yang sebabkan korbannya tewas. Anggota Reskrim lagi di lapangan," kata Kapolres Tasikmalaya AKBP Rimsyahtono di kantornya.

Ia menuturkan peristiwa ini bermula saat korban mendatangi kampung mencari wanita bernama Sunarti. Ia akhirnya bertanya kepada Topa (33) salah satu anggota Karang Taruna setempat.

Topa pun mengantarkan korban ke rumah Sunarti. Namun, saat itu, Sunarti tidak ada ditempat. Korban mengamuk dan berteriak-teriak mengancam akan membakar rumah Sunarti.

"Sampai di rumah, Sunarti itu tidak ada di rumahnya, dan korban mengira disembunyikan oleh warga masyarakat. Makanya dia mengamuk marah marah ancam warga," kata Rimsyahtono.

(dir/bbn)