Marathon Pemeriksaan Saksi Demi Ungkap Pembunuhan Sadis di Subang

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Selasa, 30 Nov 2021 10:20 WIB
Polisi datangi rumah yang jadi TKP pembunuhan ibu dan anak di Subang.
Foto: Lokasi pembunuhan ibu-anak di Subang (Dian Firmansyah/detikcom).
Bandung -

Kasus pembunuhan sadis di Subang belum juga terungkap. Sejak perkara ditangani Polda Jabar, penyidik melakukan marathon pemeriksaan terhadap para saksi.

Saksi yang diperiksa mulai dari keluarga terdekat hingga kerabat. Pada Kamis (25/11) pekan lalu misalnya, empat orang diperiksa penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jabar di Mapolda Jabar.

Keempat orang yang diperiksa tersebut yakni Yosep suami sekaligus ayah korban, Yoris anak pertama korban, Yanti menantu korban dan Muhammad Ramdanu alias Danu kerabat korban.

Dalam pemeriksaan yang dilakukan seharian itu, muncul fakta baru berupa misteri nasi goreng dan puntung rokok di asbak. Hal inilah setidaknya yang ditanyakan penyidik Polda Jabar kepada Yosep.

Pemeriksaan kemudian dilanjutkan pekan selanjutnya atau tepatnya kemarin, Senin (29/11). Tujuh orang diperiksa penyidik. Tempat pemeriksaan dilakukan di Polres Subang.

"Lokasinya adalah di Polres Subang, karena masih masyarakat yang domisili di sana, sehingga diserahkan penyidik Polres Subang meski saat ini kasusnya sudah ditarik ke sini," ujar Kabid Humas Polda Jabar Kombes Erdi A Chaniago.

Satu dari tujuh orang yang diperiksa diketahui merupakan Mimin. Dia merupakan istri muda dari Yosep.

Mimin datang bersama kedua anaknya, dua teman anaknya dan didampingi tim kuasa hukum. Mereka memasuki gedung Satreskrim Polres Subang pukul 12.45 WIB. Mimin diperiksa penyidik sekitar 4 jam atau selesai pemeriksaan pada pukul 17.00 WIB.

Menurut Deden Nasution, kuasa hukum Mimin menyebutkan ada tiga pertanyaan tambahan yang dilontarkan penyidik kepada kliennya. Sisanya, sebut dia, hanya pertanyaan penegasan dari BAP atau pertanyaan sebelumnya.

"Ada sekitar 40 pertanyaan di pemeriksaan hari ini, tiga pertanyaan merupakan tambahan. Seperti di mana Pak Yosep parkirkan motor sewaktu tiba di rumah, ada berapa jumlah jam dinding sama kebiasaan anak Mimin," kata Deden kepada awak media usai mendampingi pemeriksaan.

Mimin mengaku sudah lelah dengan pemeriksaan ini. Namun demi membantu pihak kepolisian agar segera mengungkap siapa pelaku pembunuhan ini, Mimin rela dan akan selalu bersikap kooperatif.

"Alhamdulillah lebih sehat dan kuat. Ya otomatis kalau pelaku belum terungkap kita belum tenang. Tapi kalau polisi masih membutuhkan keterangannya saya akan kooperatif," ujar Mimin.

Sebelumnya, warga Kabupaten Subang digegerkan dengan temuan mayat ibu dan anak bersimbah darah di dalam bagasi mobil. Polisi memastikan mayat tersebut merupakan korban pembunuhan.

Dua jasad ibu dan anak itu ditemukan di bagasi mobil jenis Alphard di Dusun Ciseuti, Desa Jalan Cagak, Kecamatan Jalan Cagak, Kabupaten Subang pada Rabu (18/8). Identitas keduanya diketahui merupakan Tuti (55) dan anaknya Amelia Mustika Ratu (23).

Kasus itu kemudian ditarik oleh Polda Jabar. Sejak ditarik, Polda Jabar marathon melakukan pemeriksaan terhadap para saksi.

(dir/mso)