Pengungsi Banjir Dayeuhkolot Makan Nasi Garam, Ini Respons Bupati Bandung

Muhammad Iqbal - detikNews
Senin, 29 Nov 2021 19:22 WIB
Bupati Bandung Dadang Supriatna
Foto: Bupati Bandung Dadang Supriatna (Muhammad Iqbal/detikcom).
Kabupaten Bandung -

Bupati Bandung Dadang Supriatna angkat bicara terkait pengungsi banjir yang terpaksa makan nasi ditaburi garam. Dia menyebut ada kesalahan dalam pembagian bantuan di level bawah.

"Saya klarifikasi, kejadian di Dayeuhkolot itu tidak ada seperti itu," jawab Dadang usai memantau lokasi bencana di Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Senin (29/11/2021).

Dadang mengakui ada kesalahan pada level bawah dalam pembagian sembako bagi korban bencana. Ia meminta agar, Kepala BPBD, Dinas Sosial dapat memperbaiki proses pembagian bantuan bencana.

Pasalnya, bantuan sangat diperlukan bagi korban maupun pengungsi akibat bencana. Selain itu, pihaknya pun menegaskan bahwa bantuan logistik sudah disiapkan sejak satu bulan lalu.

"Sebenarnya itu kan ada panitianya, setiap tempat pengungsian itu. Mungkin ini tidak ada komunikasi, ini harus diperbaiki ya. Insya Allah bantuan langsung cepat ke lapangan. Tapi kadang-kadang, juga di ketua panitianya yang lama mendistribusikannya," ucap Dadang.

Selain itu, Dadang pun memberikan peringatan kepada Camat setempat agar lebih fokus pada penanggulangan bencana. Apabila tidak bekerja baik, pihaknya akan memberikan sanksi.

"Ini akan kita tegur, dan minta camat untuk segera diperbaiki, jangan lambat memberikan makanan kepada para pengungsi," ucap Dadang.

"Tentu kami juga wanti-wanti ke pa camat, kalau pak camat tidak fokus untuk menyelesaikan masalah di masyarakat, ada punisment dari saya," katanya.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah warga terpaksa mengungsi di Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Minggu (28/11). Pengungsi terpaksa memakan nasi ditaburi garam karena semua bahan pokok dan alat memasak terendam banjir.

Sejumlah warga yang mengungsi akibat rumahnya terendam banjir terpaksa makan hanya ditaburi garam. Pasalnya, sejumlah alat masak dan kebutuhan pokok mereka terendam banjir setinggi 1,5 meter.

Saat ini, di Desa Dayeuhkolot, Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung terdata ada 17 keluarga atau sebanyak 45 jiwa telah mengungsi akibat rumahnya terendam banjir.

Dengan kondisi seadanya mereka harus bertahan beberapa hari di pengungsian hingga banjirnya surut.

Seperti dilakukan Hodijah. Ia sejak Sabtu (27/11) malam sudah mengungsi ke lokasi pengungsian. Usianya yang sudah tidak lagi muda, mengharuskannya pergi ke pengungsian terlebih dahulu sebelum banjir meninggi.

Dengan kondisi seadanya, ia pergi ke pengungsian tanpa membawa peralatan masak atau sembako.

Di pagi hari, dirinya terpaku menahan lapar. Sama halnya dirasakan pengungsi lainnya. Akhirnya, mereka hanya dapat memasak nasi dengan hanya ditaburi garam.

"Orang gak ada lauk pauknya, jadi sama garam aja," ucapnya.

(mso/mso)