911 Ribu Hektare Lahan di Jabar Kategori Kritis

Whisnu Pradana - detikNews
Senin, 29 Nov 2021 14:31 WIB
Suasana kawasan resapan Bandung Utara yang beralih fungsi menjadi lahan pertanian terlihat dari Punclut, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Jumat (13/11/2020). Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memperkirakan upaya pemulihan 14 juta hektare lahan kritis di Indonesia membutuhkan waktu hingga 60 tahun. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/foc.
Kawasan Bandung Utara (Foto: ANTARA FOTO/RAISAN AL FARISI)
Bandung Barat -

Dinas Kehutanan Jabar menyebut ada sekitar 911 ribu hektare lahan kritis di Jawa Barat. Lahan kritis di Jabar sebagian besar berada di luar kawasan hutan dengan luas hampir 711 ribu hektare.

Kepala Dinas Kehutanan Jabar Epi Kustiawan mengatakan ada juga lahan kritis yang berada di kawasan hutan lindung, hutan konservasi, dan hutan produksi dengan luas sekitar 200 ribu hektare.

"Terluasnya ada di luar kawasan hutan artinya yang dimiliki oleh warga dengan luas kurang lebih ada 711 ribu hektare lebih. Lalu di dalam kawasan hutan mencapai 200 ribu hektare. Lahan kritis yang dominan itu berada di daerah selatan seperti Sukabumi, Cianjur, itu luas lahan kritisnya," ujar Epi, Senin (29/11/2021).

Secara lebih rinci lagi, dia menjelaskan, Kawasan Bandung Utara (KBU) yang masuk Kabupaten Bandung Barat juga ada sekitar 19 ribu hektare lahan kritis. Sementara di KBU termasuk di hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum lahan kritisnya sekitar 77 ribu haktare.

"Kalau di KBU itu total ada 77 ribu hektare lahan kritis. Untuk yang masuk di wilayah KBB ada 19 ribu hektare. Dari 77 ribu itu di dalam kawasan hutannya ada 17 ribu hektare dan 60 ribu hektare lebih ada di luar kawasan hutan termasuk yang di KBB," kata Epi.

Lahan kritis di KBU misalnya, terjadi lantaran masifnya alih fungsi lahan baik menjadi kawasan perumahan maupun bangunan komersil lainnya. Padahal KBU merupakan jantung penyuplai air tanah dan daerah resapan air untuk wilayah cekungan Bandung.

Sebagai upaya menekan potensi penambahan luas lahan kritis di Jabar, Epi menyebut ada beberapa cara yang bisa ditempuh mulai dari penanaman pohon secara masif hingga yang paling krusial yakni moratorium pembangunan di KBU.

"Untuk penanaman pohon mungkin sudah berjalan. Nah kalau moratorium, kita setuju kalau memang itu diperlukan. Hanya saja perlu kajian mendalam dan melibatkan banyak pihak. Jadi sebetulnya kondisi lahan kritis ini jadi permasalahan semua dinas dan lapisan masyarakat," tutur Epi.

Pada tahun ini sebanyak 50 juta pohon ditargetkan bakal ditanam di lahan kritis di Jabar. Hingga akhir November 2021 sudah sekitar 46,6 juta pohon yang ditanam di lahan-lahan kritis di Jawa Barat.

(bbn/bbn)