Penyebar Video Hoaks Teror Gengster di Sukabumi Serahkan Diri ke Polisi

Syahdan Alamsyah - detikNews
Sabtu, 27 Nov 2021 14:08 WIB
Penyebar video bohong teror gengster di Sukabumi serahkan diri ke polisi
Penyebar video bohong teror gengster di Sukabumi serahkan diri ke polisi (Foto: Istimewa)
Sukabumi -

Sandi Nurzaman (24) menyerahkan diri ke Polsek Kebonpedes, Resor Sukabumi Kota pada Jumat (26/11) malam tadi. Ia ditemani ayahnya, di depan kamera didampingi pihak kepolisian Sandi membacakan permintaan maafnya.

"Assallamualaikum Warahmatullahiwabaratuh, permohonan maaf saya kepada seluruh masyarakat Kota/Kabupaten Sukabumi, atas tersebar video te tentan Genk Motor Dijalur lingkar selatan, bahwa kejadian tersebut tidak benar membuat seluruh warga Kota Sukabumi menjadi resah. Sekali lagi saya meminta maaf sebesar-besarnya Wassalam," kata Sandi dalam video yang dilihat detikcom, Sabtu (27/11/2021).

Selain Sandi, sang ayah juga membacakan permintaan maaf atas perbuatan putranya yang meresahkan. Ia juga menyebut apa yang diteriakan putranya soal pembacokan geng motor tidak benar.

"Saya sebagai orang tuanya meminta maaf kepada meminta maaf kepada warga Kota/Kabupaten Sukabumi atas kejadian tersebut," ucapnya.

Soal motif di balik pembuatan video itu, Kapolsek Kebonpedes Iptu Tommy Ganhany Jaya Sakti mengatakan bahwa pelaku iseng dan bermaksud untuk menakut-nakuti teman-temannya saja. Namun ternyata video itu malah menyebar dan meresahkan warga.

"Motifnya mau ngerjain teman-temannya, tanpa sepengetahuan pelaku video itu malah menyebar dan membuat resah warga pada malam tadi," kata Tommy kepada detikcom.

Tommy juga mengatakan pelaku datang ke polsek atas inisiatifnya sendiri. Karena melihat banyaknya tekanan dari warganet yang belakangan mengetahui bahwa video itu ternyata hoax.

"Pelaku kaget, ternyata videonya bisa menyebar dan mendapat respon luar biasa dari warga masyarakat. Mungkin karena menyadari perbuatannya, ia memilih untik menyerahkan diri ke pihak kepolisian dan membacakan permintaan maaf," pungkas Tommy.

Diketahui, videp pelaku hanya memperlihatkan jalan raya dan Cafe Warpay atau Warung Payung di Jalan Lingkar Selatan Kota Sukabumi. Pelaku kemudian pura-pura berteriak dan menyebut ada kekerasan oleh geng motor.

"Anu di jalur Warpay, aya duaan dikadekan, anu di Warpay anu di kota bejaan entong jalan jalur urang ieu arek jalur putar Nangleng (yang di jalur Warpay, ada dua di bacok yang di Warpay. Yang di kota informasikan jangan jalan jalur saya ini mau putar Nangleng)," teriak suara pria dalam video tersebut seperti dilihat detikcom, Jumat (26/11/2021).

Kapolres Sukabumi AKBP SY Zainal Abidin membenarkan soal adanya beberapa potongan video, pesan suara hingga narasi-narasi yang tersebar di aplikasi perpesanan dan media sosial. Dia memastikan polisi akan terus turun tangan menanganinya.

"Kepolisian pasti akan memonitor setiap informasi yang ada dengan mengerahkan personel polsek terdekat, ini yang kami maksud dengan peningkatan secara kualitas maupun kuantitas. Kita akan pastikan langsung sesuai informasi yang tersebar," kata Zainal.

(sya/mud)