Kejari Lebak Tahan Pegawai Pemdes Korupsi Dana Desa Rp 661 Juta

Rifat Alhamidi - detikNews
Sabtu, 27 Nov 2021 12:34 WIB
Poster
Ilustrasi (Foto: Edi Wahyono)
Lebak -

Kejaksaan Negeri (Kejari) Lebak resmi menetapkan status tersangka terhadap dua pegawai desa korupsi dana desa Rp 661 juta. Keduanya pun kini sudah ditahan di penjara.

Kedua pegawai pemdes itu yakni EM dan LM. Mereka nekat korupsi dana desa ratusan juta rupiah pada tahun anggaran 2020 hingga merugikan negara senilai Rp 661 juta.

"Betul, Jumat (26/11) kemarin kami sudah menetapkan status tersangka dan menahan dua oknum pegawai desa di Kabupaten Lebak atas dugaan korupsi dana desa," kata Kajari Lebak ST Hapsari saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (27/11/2021).

Dari hasil penyidikan, keduanya nekat korupsi dana desa untuk membeli mobil hingga merenovasi rumah milik pribadi. Adapun modusnya yaitu memindahkan rekening kas desa ke rekening pribadi dengan cara memalsukan tanda tangan.

"Dana tersebut juga dialihkan oleh EM ke rekening LM yang juga masih merupakan pegawai di desa tersebut. Uang itu mereka gunakan untuk kepentingan pribadi," ungkap ST Hapsari.

Penyidik kejaksaan hingga kini masih terus mendalami kasus tersebut. Hapsari bahkan tidak menutup kemungkinan ada tersangka lain atas perkara korupsi dana desa ini.

"Di perkara ini kita memeriksa 16 saksi termasuk menggandeng Inspektorat Lebak untuk mengaudit kerugian keuangan negara. Sampai sekarang masih terus didalami kasusnya," tuturnya.

Akibat perbuatannya, kedua tersangka diancam Pasal 2, 3 dan 8 Jo Pasal 55 Jo Pasal 18 UU No 20/2001 tentang tentang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Ancaman hukuman maksimal hingga 20 tahun penjara.

(mud/mud)