Disebut Rebutan Investasi dengan Ganjar, Ridwan Kamil: Saling Belajar

Yudha Maulana - detikNews
Jumat, 26 Nov 2021 14:06 WIB
Gubernur Jabar Ridwan Kamil
Gubernur Jabar Ridwan Kamil (Foto: Pemprov Jabar).
Bandung -

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menanggapi soal rebutan investasi dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Menurutnya, baik Jabar maupun Jateng memiliki keunggulan masing-masing bila berbicara tentang investasi.

"Bahasanya jangan pakai rebutan, namanya kompetisi berkompetisi. Artinya Jateng juara 1 dari sisi pelayanannya, Jabar juara 1 dari realisasinya. Dua-duanya saling belajar, bagaimana Jabar lebih baik (pelayanan investasi), bagaimana Jateng menyusul dari sisi realisasi, jadi artinya kita saling mendukunglah," ujar Ridwan Kamil di Hotel Preanger, Kota Bandung, Jumat (26/11/2021).

Pria yang akrab disapa Kang Emil itu mengatakan, akan mengundang Ganjar ke Jabar dalam waktu dekat. Menurutnya, hubungan kedua provinsi ini penting walau kerap kali dikaitkan dengan isu Pilpres 2024.

"Wartawan pasti dihubungkan secara politik, tapi kami mah orang kerja ya, ketemu itu penting untuk menyinkronkan kesamaan-kesamaan ekonomi yang perlu kita perkuat ya," katanya.

Sebelumnya, Jabar meraih penghargaan Layanan Investasi 2021 terbaik kedua di Indonesia. Sedangkan dari sisi realisasi investasi, Jabar menjadi daerah yang tertinggi di Indonesia yakni sebesar Rp 107 triliun periode Januari-September 2021.

Pada Januari-September 2021, realisasi investasi Jabar memberikan kontribusi 16,3 persen pada realisasi investasi nasional. Angka realisasi investasi Jabar yang datang dari Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mampu membuka lapangan pekerjaan saat masa pemulihan ekonomi di tengah pandemi COVID-19.

Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia melaporkan kepada Presiden Joko Widodo, bahwa Jabar dan Jateng tengah berkompetisi untuk meraih kompetisi.

"Jadi ini kelihatannya Jawa Barat sama Jawa Tengah saling adu juga dalam konteks investasi. Mudah-mudahan yang lain tidak saling mengadu, Pak (Jokowi)," kata Bahlil dalam Rapat Koordinasi Nasional dan Anugerah Layanan Investasi 2021, Rabu (24/11/2021).

Menanggapi hal itu, Jokowi mengaku senang para pemerintah daerah bersaing untuk kemajuan daerahnya termasuk soal kemudahan dan pelayanan perizinan.

Ganjar yang menang kategori gubernur terbaik tetapi tidak berhasil menarik investasi terbesar, kata Jokowi, menunjukkan fakta bahwa pelayanan terbaik tak selalu menjamin investor mau berinvestasi. Terlebih jika pelayanannya tidak baik.

"Pelayanan perizinan di Jawa Tengah bagus tapi realisasi investasi bagus di Jabar, artinya apa? Belum tentu kita layani dengan baik itu investor akan datang, apalagi tidak dilayani dengan baik," kata dia.

(yum/mso)