Round-Up

Perjalanan Kasus Pembunuhan Ibu-Anak yang Kini Ditangani Polda Jabar

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Selasa, 23 Nov 2021 17:56 WIB
Ilustrasi pembunuhan di kamar
Ilustrasi kasus pembunuhan (Ilustrator: Edi Wahyono/detikcom)
Bandung - Penanganan kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang ditarik ke Polda Jabar. Kasus itu sudah berbulan-bulan tak terungkap.

Kasus tersebut bermula dari temuan mayat bersimbah darah di dalam bagasi mobil Alphard yang terparkir di kediaman korban di Dusun Ciseuti, Desa Jalancagak, Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang pada Rabu (18/8/2021). Diketahui, kedua mayat tersebut yakni Tuti (55) dan anaknya Amelia Mustika Ratu (23).

Kasus itu sejak awal ditangani oleh penyidik Satuan Reserse Kriminal Polres Subang. Sejumlah saksi dimintai keterangan namun belum menunjukkan tanda-tanda siapa pelakunya.

Polda Jabar kemudian ikut membantu penanganan kasus tersebut. Olah TKP hingga autopsi pertama dilakukan terhadap mayat ibu dan anak tersebut. Namun lagi-lagi, kasus belum mengarah pada pengungkapan.

Hingga akhirnya, Bareskrim Polri juga ikut turun tangan. Penyelidikan dilakukan lagi dengan memeriksa TKP bahkan hingga melakukan autopsi ulang. Terlebih beberapa orang saksi termasuk suami sekaligus ayah korban diperiksa kebohongan oleh penyidik. Namun kasus belum juga terungkap hingga saat ini.

Belakangan muncul fakta baru temuan gunting dan cutter di dalam bak mandi. Benda itu ditemukan Muhammad Ramdanu alias Danu yang merupakan kerabat dari korban.

Dalam pengakuannya, Danu yang tengah berjaga di sekitar lokasi atas suruhan Yoris, anak pertama mengaku masuk ke TKP atas perintah bantuan polisi (banpol). Akan tetapi, isu banpol ini dibantah oleh polisi.

Kasus pembunuhan Subang yang belum terungkap ini juga mendapat sorotan dari Kapolda Jabar yang baru Irjen Suntana. Eks Wakabaintelkam Polri ini menegaskan bahwa kasus masih dalam penanganan.

"Bagaimana masalah Subang sudah dua bulan belum diungkap. Polisi tetap melakukan proses, karena memang pengungkapan suatu perkara dalam kasus pembunuhan kadang-kadang gampil cuma sehari, kadang-kadang itungan jam," kata Suntana, beberapa waktu lalu.

Kini, penanganan kasus itu ditarik ke Polda Jabar. Kabid Humas Polda Jabar Kombes Erdi A Chaniago menyebut alasan ditariknya kasus itu ke Polda guna memudahkan proses penyidikan.

"Ini dimaksud adalah jadi petunjuk dan bukti bersifat konvensional untuk kemudahan penyelidikan dan penyidikan itu akan disandingkan secara digital. Kebetulan alat-alatnya yang berupa digital berada di Polda Jabar. Jadi untuk efisiensi waktu dan efektivitas itu kita tarik," kata Erdi. (dir/bbn)