Cemburu, Suami di Bandung Bacok Istri Gegara Pesan di Facebook

Muhammad Iqbal - detikNews
Senin, 15 Nov 2021 13:31 WIB
Suami bacok istri gegara maen facebook
Foto: M Iqbal
Bandung -

Nasib malang menimpa NI (21), korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) oleh suaminya sendiri yakni ET (25). Korban mengalami luka bacok pada sekujur tubuhnya.

Kejadian keji tersebut terjadi di rumah korban Kampung Pasir Ayunan, RT 3, RW 5, Desa Cipedes, Kecamatan Paseh, Kabupaten Bandung, pada dua bulan lalu (26/9).

Tersangka ET mengaku kesal karena istrinya diduga selingkuh. "Saya kesal gegera selingkuh," ucap ET saat dihadirkan di Mapolresta Bandung, Senin (5/11/2021).

ET menjelaskan sebelum membacok istrinya, mereka sempat terjadi cekcok. Namun karena sudah gelap mata ia sudah mengayunkan goloknya ke tubuh korban.

"Kami sempat cekcok paK. Saya pakai golok, karena sudah kesel saya pak," ungkapnya.

Dirinya mengaku cemburu buta karena melihat isi pesan dari laman Facebook milik istrinya. "Saya belum pernah nangkap basah, tapi lihat di (pesan) Facebook," katanya.

Di pihak lain, Wakapolresta Bandung AKBP Dwi Indra Laskmana menjelaskan ET membacok istrinya menggunakan golok di dalam rumahnya.

"Korban sodari NI dan pelaku sodara ET. Korban dan pelaku memiliki hubungan suami istri yang sah," ucap Indra kepada wartawan di Mapolresta Bandung, Senin (15/11/2021).

Indra menjelaskan bahwa motif dari tersangka melakukan hal keji itu karena kebiasaan sang istri. Istrinya diketahui sering meminjam uang dari tetangga.

"Untuk motif KDRT sendiri adalah masalah rumah tangga. Yang sehari hari korban sering meminjam uang tanpa sepengetahuan pelaku. Dan satu lagi, karena korban sering main handphone," ungkapnya.

Ia menjelaskan, korban mengalami luka parah. Kemudian, korban pun dilarikan ke rumah sakit dan dirawat secara intensif di rumah sakit.

"Luka bagian punggung, tangan kanan dan kiri. Saat ini korban tengah melakukan rawat jalan ke rumah sakit," ungkap Indra.

Pelaku pun diketahui kabur setelah melakukan perbuatan kejinya tersebut. Baru satu bulan kemudian tersangka diamankan petugas kepolisian di Sukabumi. Beberapa barang bukti seperti golok pun diamankan petugas.

Akibat perbuatannya, tersangka dikenakan pasal 44 ayat 2, Undang-undang Nomor 23 tentang KDRT dengan ancaman 10 tahun penjara.

(ern/ern)