5.392 Balita di Kota Bogor Alami Stunting

M. Sholihin - detikNews
Rabu, 27 Okt 2021 17:30 WIB
A litte girl sitting next to a window with her head down in sadness. Feeling depressed and hurt.
Ilustrasi balita (Foto: Getty Images/iStockphoto/globalmoments)
Bogor -

Sebanyak 5.392 anak balita di Kota Bogor mengalami stunting. Perbandingannya adalah dari setiap 16 anak balita di Kota Bogor, satu di antaranya stunting.

"Balita di Kota Bogor yang jumlahnya mencapai 84.729 balita, dengan kondisi stunting berada di angka 5.392 anak," kata Sekda Kota Bogor Syarifah Sofiah dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Rabu (27/10/2021).

Balita dengan kondisi stunting, Syarifah mengungkapkan, menyebar di beberapa kecamatan Kota Bogor. Dari total 68 kelurahan yang di Kota Bogor, ada 20 kelurahan dengan angka stunting-nya di atas 10 persen.

Menurut Syarifah, pencegahan stunting tidak hanya dilakukan terhadap balita. Pencegahan dini dapat dilakukan terhadap ibu hamil sehingga tidak melahirkan bayi dengan kondisi kurang gizi.

"Antisipasi pencegahan terhadap ibu hamil (bumil) yang berjumlah sebanyak 19.238 orang juga diperlukan. Selain itu dari keseluruhan kelurahan di Kota Bogor, masih ada 20 kelurahan yang angka stunting-nya di atas 10 persen. Untuk itu diperlukan intervensi dan penanganan yang intensif," katanya.

"Jika tidak ditangani, akan muncul stunting-stunting baru. Beberapa program sudah dijalani sebagai langkah pencegahannya," kata Syarifah menambahkan.

Pencegahan yang dilakukan terhadap ibu hamil, dilakukan langkah intervensi secara sungguh-sungguh dalam 1.000 hari pertama kehidupan. Beberapa pendekatan dalam upaya pencegahan dilakukan adalah konvergensi yang sudah dilakukan secara bersama-sama adalah intervensi gizi spesifik (30 persen) dan intervensi gizi sensitif (70 persen).

"Untuk yang 30 persen dilakukan dengan paket layanan intervensi KIA dan konseling kesehatan, gizi oleh Dinas Kesehatan. Untuk yang 70 persen, harus dilakukan secara terintegrasi dengan pihak-pihak pemilik dan pengambil kewenangan yang terlibat dalam penanganan stunting, di antaranya bicara berapa layanan air bersih dan sanitasi," kata Syarifah.

"Untuk Kota Bogor air bersih yang dilayani PDAM berada di angka 77,3 persen, sisanya masih belum menerima layanan air bersih. Untuk sanitasi, dari 68 kelurahan belum ada yang bebas ODF (Open Defecation Free) atau stop buang air besar sembarangan," ujar Syarifah.

(bbn/bbn)