Penumpang Bandara Husein Keluhkan Wajib PCR: Berat Tapi Gimana Lagi

Yudha Maulana - detikNews
Senin, 25 Okt 2021 20:20 WIB
Penumpang Bandara Husein keluhkan aturan wajib PCR
Penumpang Bandara Husein keluhkan aturan wajib PCR (Foto: Yudha Maulana)
Bandung -

Sejumlah penumpang yang berangkat dari Bandara Husein Sastranegara Kota Bandung mengaku keberatan, dengan kewajiban tes PCR sebagai syarat perjalanan udara. Walau demikian, mereka pasrah mengikuti aturan karena tak ada pilihan lain.

Penumpang pesawat dari dan menuju Pulau Jawa - Bali wajib menjalani dan menunjukkan hasil negatif COVID-19 tes PCR maksimal 2x24 jam sebelum keberangkatan. Aturan itu diatur dalam surat edaran (SE) Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Nomor 88/21.

Andri (29) penumpang pesawat jurusan Surabaya (SUB) - Bandung (BDO) merasa keberatan dengan regulasi tersebut, menurutnya biaya perjalanan menjadi lebih tinggi. Seperti diketahui, tarif swab PCR ditetapkan maksimal Rp 495 ribu, sedangkan tarif swab antigen maksimal sebesar Rp 99 ribu.

"Jujur cukup memberatkan ya, karena saya harus urus ini itu sama PCR ini H-2 sebelum keberangkatan, kalau dulu pas cuma rapid tes antigen masih 1x24 jam ya. Tapi mau gimana lagi karena sudah aturan, ya kita ikuti saja," ujar Andri saat ditemui di Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, Senin (25/10/2021).

Suhendar (41) pun merasakan demikian, penumpang pesawat jurusan Bandung (BDO) - Kualanamu (KNO) itu juga merasa keberatan, terlebih bagi calon penumpang yang mesti menempuh perjalanan darurat sepertinya.

"Kebijakan ini memberatkan ya, apalagi penumpang yang akan berangkat karena kondisi darurat atau urgent seperti saya. Sekarang calon penumpang yang memiliki hasil negatif tes antigen saja sudah tidak berlaku, padahal dalam pelaksanaan dan hasilnya antara antigen dan PCR itu kan hampir sama, mirip, engga jauh beda kan. Tapi kenapa ditolak hasil antigennya," ujar Suhendar.

Begitu pun dengan Yuyun (20), ia datang bersama buah hatinya yang berusia di bawah 12 tahun. Ia bersyukur anaknya akhirnya bisa berangkat ke Medan bersamanya, namun ongkos berangkat menjadi lebih banyak karena wajib tes PCR.

"Bahkan, anak saya juga harus ikut di PCR karena akan ikut sama saya ke Medan. Sama saja ya kalau tarif PCR Rp 495 ribu termasuk untuk anak-anak juga sama," katanya.

Penerbangan di Bandara Husein sendiri mulai terlihat ada peningkatan di masa PPKM ini. Trafik paling tinggi penumpang kedatangan maupun berangkat per hari mencapai 1.947. Sedangkan jumlah trafik pesawat tertinggi mencapai 20 (landing dan take off) tertinggi dan terendah trafiknya mencapai 8 penerbangan per harinya.

Executive General Manager (EGM) Bandara Husein R Iwan Winaya Mahdar mengatakan, pihaknya terus berupaya menghadirkan pengetesan PCR yang hasilnya bisa didapat maksimal 3 jam. Dengan cara tersebut, penumpang tidak harus menunggu lama untuk mendapatkan hasil pemeriksaan.

"Kita menyediakan tempat untuk PCR di bandara dengan harga Rp495 ribu. Sedangkan untuk tes antigen Rp85 ribu," ujarnya.

(yum/mud)