Tes PCR Jadi Syarat Naik Pesawat, Gelora Jabar: Mempersulit Masyarakat

Wisma Putra - detikNews
Minggu, 24 Okt 2021 17:59 WIB
Ketua DPW Gelora Jabar Haris Yuliana
Ketua DPW Gelora Jabar Haris Yuliana (Foto: Istimewa).
Bandung -

Tes PCR menjadi salah satu syarat wajib bagi penumpang pesawat sebelum keberangkatan. Ketua DPW Partai Gelora Jawa Barat Haris Yuliana menyebut kebijakan tersebut mempersulit masyarakat.

Hari menilai kebijakan tersebut bertentangan dengan rencana pemerintah yang ingin memulihkan ekonomi. Karena menurutnya, syarat wajib vaksin saja sudah cukup untuk melaksanakan perjalanan melalui pesawat.

"Ini seperti mempersulit masyarakat. Kasihan masyarakat karena sudah tiket pesawat mahal ditambah harus merogoh kocek lagi untuk kebutuhan tes PCR," kata Haris dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Minggu (24/10/2021).

Haris menyatakan di Jawa Barat sektor pariwisata menjadi salah sektor yang bisa memacu perbaikan ekonomi. Namun dengan adanya syarat tersebut dia khawatir tingkat kunjungan wisata dari luar Jabar tidak akan membaik.

"Saya khawatir roda perekonomian di Jawa Barat tidak naik meski saat ini lonjakan COVID-19 relatif menurun," ujarnya.

"Masyarakat ini sedang sulit, janganlah dipersulit," kata haris menambahkan.

Dalam kesempatan tersebut dia mengungkapkan Partai Gelora siap hadir membantu masyarakat. Apalagi, kata dia, Partai Gelora lahir dari masa krisis. Kondisi ini menjadi satu-satunya partai yang mewakili masyarakat pemilih.

"Partai Gelora lahir di masa krisis global yang mempengaruhi krisis di level nasional. Salah satunya krisis akibat pandemi COVID-19. Inilah yang membuat kita optimistis dapat mewakili masyarakat pemilih untuk keluar dari krisis ini," ucapnya.

Menurut Haris, Partai Gelora memiliki peta jalan untuk Indonesia menjadi lima besar dunia. Dengan visi ini, peta ini diturunkan ke level wilayah dan daerah, bahkan menjadi kesadaran bersama di setiap individu.

"Kita terus kampanyekan tentang pentingnya Indonesia menduduki lima besar dunia, yang bisa ikut melakukan penataan dunia. Krisis inilah yang membuat Indonesia harus mengambil keputusan eksistensial bagi bangsa ini," paparnya.

Kampanye politik bagi Partai Gelora, lanjut Haris, adalah literasi politik bagi masyarakat Indonesia, khususnya Jawa Barat. Pasalnya, krisis COVID-19 ini akan memberi efek domino terhadap kondisi bangsa Indonesia.

"Angka kemiskinan Indonesia pada masa pandemi COVID-19 ini, mencapai dua digit. Di sinilah dibutuhkan literasi politik kepada masyarakat pemilih, agar masyarakat bisa mengambil keputusan politik melalui peta jalan keluar dari krisis," paparnya.

Sementara itu, dalam sambutan Ketua Umum Partai Gelora Anis Matta mengungkapkan Jawa Barat menjadi tolok ukur dalam kontestasi Partai Gelora di tingkat nasional. Sebagai partai baru, Partai Gelora sudah memiliki elektabilitas tinggi dibandingkan partai baru yang lainnya.

"Saya optimis, Partai Gelora Indonesia menjadi pilihan publik agar bisa reborn dari krisis ke lima besar dunia," ujarnya.

(wip/mso)