Pak Wali, Tiga Ruangan Kelas SDN 015 Kresna Cicendo Rusak Parah

Wisma Putra - detikNews
Kamis, 21 Okt 2021 14:22 WIB
Tiga ruangan kelas SDN Kresna Cicendo Bandung rusak
Foto: Wisma Putra
Bandung -

Atap sekolah tiga ruangan kelas SDN 015 Kresna, Jalan Kresna, Cicendo, Kota Bandung, rusak parah. Material genteng dan plafon ambruk.

Dari informasi yang dihimpun, tiga ruang kelas ini rusak parah sejak Bulan Juni lalu akibat diguyur hujan dengan intensitas tinggi, namun hingga kini tak kunjung diperbaiki.

Pantauan detikcom, Kamis (21/10/2021) kerusakan ini semakin parah, dari tiga kelas yang rusak, material genteng dan plafon di dua kelas ambruk dan berserakan dalam ruangan.

"Rusak berat ini tiga ruangan kelas, tapi memang semuanya juga kami harapkan ada renov. Tapi yang parah tiga ini, kebetulan dua ruangan ambruk secara sendirinya waktu itu bulan Juni ada hujan besar, penjaga sekolah melaporkan jam 4 subuh katanya atap ruangan kelas ambruk, saya lihat betul ambruk secara alami," kata Kepala Sekolah SDN 015 Kresna Yayat Hidayat kepada wartawan.

Sejak Bulan Juni ruangan kelas itu tidak digunakan, apalagi sejak masa pandemi pembelajaran dilakukan secara daring. Untuk saat ini, akibat tiga ruangan kelas rusak pembelajaran dilakukan per sif.

"Tidak dipakai sudah 20 Bulan dari awal pandemi, yang biasa di sini dibagi menjadi dua sif diefektifkan, dibagi dua rombel, jangan sampai siswa tidak sekolah," ungkapnya.

Belum diketahui kapan ruangan sekolah ini akan diperbaiki, hal tersebut tergantung kebijakan Dinas Pendidikan Kota Bandung.

"Nah di Bulan Maret semua siswa PJJ, meski saat ini ada yang PTM, ruangan kelas ini nunggu direhab, barangkali masuk anggaran 2021, mungkin belum termasuk skala prioritas yang harus direhab tahun ini," jelasnya.

Yayat menyebut, sekolah ini sudah ada sejak Tahun 1950, sudah pernah renovasi dan sekarang rusak kembali.

"Kalau renov mungkin sudah, tapi tidak total. Pondasinya sudah rapuh, mungkin rehabnya cuman atap dan genteng sebelah sini, sebelah sana justru itu yang dikhawatirkan," tuturnya.

Yayat menyebut, ruang sekolah ini harus segera diperbaiki. Pihaknya berharap Disdik segera turun tangan.

"Harapannya sesegera mungkin, apalagi sekarang sudah PTMT dan besar kemungkinan akan full PTM kemungkinan kekurangan ruangan kelas, karena di sini ada 24 rombel (rombongan belajar) yang bisa digunakan 15 ruangan kelas," pungkasnya.

(wip/err)